Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Inggris Andy Burnham Tegaskan Britania Raya Tak Akan Bubar

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 15:16 WIB | Oleh:
PM Inggris Andy Burnham Tegaskan Britania Raya Tak Akan Bubar Doc: AFP/HENRY NICHOLLS/Getty Images

LONDON - Perdana Menteri Inggris Andy Burnham "sangat meyakini keberlangsungan persatuan negara," kata juru bicaranya, Senin (14/9), dalam tanggapan awal terhadap deklarasi penentuan nasib sendiri yang ditandatangani oleh para menteri utama Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

"Perdana Menteri berkomitmen untuk menghadirkan perubahan di keempat negara bagian Inggris Raya dan sangat meyakini keberlangsungan persatuan negara," menurut pernyataan juru bicara Burnham yang dikutip oleh Sky News.

Juru bicara tersebut mengatakan kepada wartawan bahwa Inggris Raya berada dalam kondisi "terbaiknya" ketika masyarakat bersatu demi nilai-nilai bersama dan pemecahan masalah, "alih-alih perpecahan."

"Perdana Menteri akan terus berupaya meringankan beban keuangan rumah tangga dan mewujudkan keamanan ekonomi yang lebih baik, daripada terlibat dalam perdebatan konstitusional atau referendum lebih lanjut," tambahnya.

Pernyataan itu muncul setelah para pemimpin Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales pada Senin (14/9) menandatangani nota kesepahaman penting yang mendesak pemerintah Inggris Raya untuk bersiap menghadapi perubahan konstitusional.

Sebuah deklarasi bersama yang ditandatangani oleh Menteri Utama Wales dan pemimpin Plaid Cymru, Rhun ap Iorwerth, Menteri Utama Skotlandia dan pemimpin Scottish National Party, John Swinney, dan Menteri Utama Irlandia Utara dan wakil presiden partai Sinn Fein, Michelle O'Neill, menyatakan bahwa lanskap politik "sedang berubah."

"Masing-masing negara kami memiliki hak untuk menentukan masa depannya sendiri, melalui cara-cara demokratis dan sesuai dengan kehendak rakyatnya," menurut dokumen tersebut.

Deklarasi itu muncul menyusul pertemuan tatap muka pertama antara ketiga pemimpin nasionalis tersebut di Cardiff, ibu kota Wales, pada Senin.

Untuk pertama kalinya sejak proses devolusi (pelimpahan wewenang) dimulai pada 1997, ketiga negara bagian tersebut memiliki menteri utama yang menginginkan pemisahan diri dari Inggris Raya.

Hal itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump, Minggu, menyatakan bahwa penyatuan Irlandia dan Irlandia Utara merupakan langkah yang "sangat alami," seraya menyiratkan bahwa pembagian wilayah secara historis tersebut sebaiknya diselesaikan.

Pernyataan itu menyusul komentar yang dia sampaikan pada Sabtu (12/9) saat pemimpin AS itu berada di Irlandia, di mana dia mengatakan akan "sangat senang" melihat Irlandia yang bersatu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

PSIM Kembali Jeblok, Keok di Tangan PSM di Kandang Sendiri

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSIM Kembali Jeblok, Keok d...
Daerah
Perkuat Stok BBM di Bali, P...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.