Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lima Mahasiswa UI Rancang Prototipe Sistem Pendingin Ruangan Hemat Energi

31 Selasa, 15 Sep 2026, 15:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lima Mahasiswa UI Rancang Prototipe Sistem Pendingin Ruangan Hemat Energi Lima Mahasiswa UI Rancang Prototipe Sistem Pendingin Ruangan Hemat Energi Doc: ANTARA
Ket. Mahasiswa UI rancang sistem pendingin ruangan hemat energi.

DEPOK – Lima mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengembangkan ADEM (Adaptive Energy-efficient Microclimate System), yakni prototipe sistem pendingin ruangan yang memadukan kestabilan suhu tanah dan tenaga surya, sehingga mampu menghemat energi.

"Prinsip ADEM memanfaatkan perbedaan suhu antara udara permukaan dan suhu tanah. Dengan mendinginkan udara terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan, beban sistem pendingin aktif dapat dikurangi,” kata Ketua Tim UI, Abdurrasyid Dzaki Amir, di Depok, Selasa (15/9).

Inovasi ini dirancang sebagai alternatif pendinginan ruangan yang lebih hemat energi, terutama untuk bangunan di wilayah tropis seperti Indonesia yang membutuhkan pendinginan tinggi.

Tim yang diketuai Abdurrasyid Dzaki Amir ini menggabungkan mekanisme pertukaran panas dengan tanah, ventilasi bertenaga surya, serta sistem kontrol otomatis dalam satu sistem pendinginan.

ADEM bekerja dengan memanfaatkan suhu tanah yang relatif stabil pada kedalaman tertentu. Udara dari luar dialirkan melalui jaringan pipa PVC yang ditanam di bawah tanah dan disusun berkelok (serpentine).

Lintasan yang lebih panjang memungkinkan pertukaran panas antara udara dan tanah berlangsung lebih optimal sebelum udara dialirkan ke dalam ruangan. Proses ini diharapkan dapat menurunkan beban kerja sistem pendingin aktif seperti AC.

Untuk menjaga sirkulasi udara, ADEM dilengkapi turbin ventilator yang digerakkan motor DC dan memperoleh daya dari panel surya. Sistem tersebut memungkinkan aliran udara tetap terjaga, termasuk ketika kondisi angin rendah.

Pada saat yang sama, sensor suhu pada bagian inlet dan outlet mengukur perubahan temperatur secara real-time dan mengirimkan data ke mikrokontroler ESP32 untuk mengatur kerja ventilator sesuai kondisi lingkungan.

“Sistem ini kami rancang agar adaptif. Ketika suhu udara luar meningkat, kebutuhan sirkulasi juga meningkat. Pada kondisi dengan intensitas matahari lebih tinggi, panel surya dapat menghasilkan daya yang lebih besar untuk mendukung kerja ventilator,” ujar Abdurrasyid.

Berbeda dari sistem pendingin ruangan konvensional yang menggunakan kompresi refrigeran dan membutuhkan daya listrik relatif besar, ADEM mengutamakan mekanisme pendinginan pasif melalui pertukaran panas dengan tanah.

Penggunaan energi surya pada sistem ventilasi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi kebutuhan energi dari sumber listrik konvensional.

Abdurrasyid mengembangkan ADEM bersama Satria Erlangga Munggaran, Michael Gianvittorio Siringoringo, Steven Anthony Suhartoyo, dan Muhammad Rayhan Pasha Nuruddin.

Kelima mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi S1 Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI. Pengembangan ADEM dilakukan dengan bimbingan Dosen Departemen Fisika FMIPA UI, Syahril Siregar S.Si, M.Sc, Ph.D.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Megapolitan
Bantuan 72 Alat Peraga Eduk...
Daerah
Disnakeswan Mimika Kembangk...
Daerah
Gunung Karangetang di Pulau...
Advertisement
Bangga Jadi WNI tetapi 75 Persen Pemuda Indonesia Ingin Kerja di Luar Negeri

Bangga Jadi WNI tetapi 75 Persen Pemuda Indonesia Ingin Kerja di Luar Negeri

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.