Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Selat Hormuz Meluas, Pasokan Pangan Global Menurun

28 Selasa, 15 Sep 2026, 16:07 WIB | Oleh:
Dampak Selat Hormuz Meluas, Pasokan Pangan Global Menurun Dampak Selat Hormuz Meluas, Pasokan Pangan Global Menurun Doc: Istimewa

MOSKOW - Direktur Kantor Penghubung Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) untuk Federasi Russia, Oleg Kobiakov, mengatakan blokade Selat Hormuz akan menyebabkan penurunan produksi dan pasokan pangan global pada semester kedua 2026 dan pada 2027.

"Dampaknya tidak hanya berpengaruh pada tingkat harga saat ini, tetapi juga pada hasil panen di musim-musim berikutnya, sehingga menyebabkan penurunan produksi dan pasokan pangan pada paruh kedua tahun 2026 dan pada 2027," kata Kobiakov kepada RIA Novosti.

Dia menjelaskan produksi pertanian mengikuti kalender tanam dengan jadwal yang tidak fleksibel. Bahkan, penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.

Hal itu berakibat pada penurunan hasil panen terlepas dari kondisi selanjutnya.

"Menurut analisis yang dilakukan FAO, berbagai guncangan yang saling terkait akibat krisis ini dapat menyebabkan kenaikan harga pangan serta meningkatnya kondisi kelaparan di negara-negara dan kawasan yang sudah terdampak krisis pangan berkepanjangan atau akut," jelas Kobiakov.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, hingga memicu serangan balasan dari pihak Iran.

Kemudian, pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan, meskipun setelah itu kedua pihak kembali saling serang. Hingga kini, konflik antara AS dan Iran masih belum terselesaikan.

Eskalasi konflik tersebut telah menyebabkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur utama perdagangan global minyak dan gas alam cair, hampir terhenti total sehingga memicu kenaikan harga bahan bakar di seluruh dunia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Nasional
Tak Cukup Publikasi, Riset ...
Luar Negeri
Russia-Ukraina Berlakukan G...
ASEAN

Utusan Asean Kunjungi Myanmar Hari Ini

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Utusan Asean Kunjungi Myanm...
Megapolitan
Pemprov Antisipasi Kegagala...
Megapolitan
Jaminan Kesehatan, Pengelol...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.