Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keberangkatan 6.668 PMI Ilegal Berhasil Digagalkan, KP2MI: Banyak Dijanjikan Gaji Besar di Medsos

28 Selasa, 15 Sep 2026, 15:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Keberangkatan 6.668 PMI Ilegal Berhasil Digagalkan, KP2MI: Banyak Dijanjikan Gaji Besar di Medsos Keberangkatan 6.668 PMI Ilegal Berhasil Digagalkan, KP2MI: Banyak Dijanjikan Gaji Besar di Medsos Doc: Antara
Ket. Di tengah tingginya animo kerja ke luar negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mencatat sebanyak 6.668 keberangkatan ilegal Pekerja Migran Indonesia berhasil dicegah sepanjang Januari hingga 6 September 2026

JAKARTA– Di tengah tingginya animo kerja ke luar negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mencatat sebanyak 6.668 keberangkatan ilegal Pekerja Migran Indonesia berhasil dicegah sepanjang Januari hingga 6 September 2026.

Capaian tersebut disampaikan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat menerima Duta Besar Filipina untuk Indonesia Christopher B. Montero di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa (15/9).

“Pencegahan keberangkatan ilegal adalah kunci pelindungan dari hulu. Arahan Presiden Prabowo jelas: pelindungan maksimal dari sebelum, selama, dan setelah bekerja,” tegas Menteri Mukhtarudin.

Selain pencegahan keberangkatan, KP2MI juga memperkuat pelindungan melalui beberapa langkah konkret:

1. Ribuan Aduan Ditangani & Shelter Siaga

Sepanjang periode tersebut, 2.208 aduan Pekerja Migran telah tertangani dan 17 shelter aktif dioperasikan untuk memberikan bantuan darurat bagi PMI bermasalah.

2. Berantas Perekrutan Ilegal di Medsos

Bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), KP2MI telah melakukan takedown 7.907 konten perekrutan ilegal atau 79 persen dari total 10.504 laporan periode Januari-31 Agustus 2026. Konten tersebut diduga menjadi pintu masuk penempatan nonprosedural dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

3. 20 Perusahaan Nakal Ditindak

KP2MI juga menindak 20 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) bermasalah yang terbukti melanggar ketentuan penempatan.

Mukhtarudin menjelaskan, penguatan pelindungan ini sejalan dengan besarnya peluang kerja luar negeri. Data SIP2MI mencatat masih ada 290.058 lowongan kerja luar negeri aktif, namun masih banyak yang belum terisi karena kompetensi dan prosedur yang harus dipenuhi.

“Jangan tergiur janji berangkat cepat tanpa prosedur. Jalur ilegal justru membuat pekerja rentan dieksploitasi, tidak punya jaminan sosial, dan sulit dibantu negara saat bermasalah,” ujarnya.

Untuk itu, KP2MI mendorong penguatan kerja sama internasional, termasuk dengan Filipina, melalui percepatan MoU Labour Migration Governance. Pemerintah Filipina telah menyampaikan counterdraft MoU pada 4 Agustus 2026.

Kerja sama difokuskan pada pencegahan perekrutan ilegal dan TPPO, jaminan sosial, serta pertukaran praktik baik pengelolaan migrasi tenaga kerja. Kedua negara juga mendukung Deklarasi ASEAN tentang Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja yang akan disahkan di KTT ASEAN November mendatang.

Duta Besar Filipina Christopher B. Montero mengapresiasi langkah Indonesia dan menilai kedua negara memiliki pengalaman serupa dalam pelindungan pekerja migran.

“Filipina sudah 30 tahun berpengalaman. Kita ingin saling belajar praktik terbaik, dari penempatan sampai pelindungan,” kata Christopher.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Ekonomi
Kementan Bangun Skema Kemit...
Ekonomi
Salah Tata Kelola BUMN Picu...
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.