Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Tetap Fit Saat Kemarau: Ini Kiat Cegah Dehidrasi yang Wajib Diketahui

31 Selasa, 15 Sep 2026, 00:14 WIB | Oleh:
Tetap Fit Saat Kemarau: Ini Kiat Cegah Dehidrasi yang Wajib Diketahui Tetap Fit Saat Kemarau: Ini Kiat Cegah Dehidrasi yang Wajib Diketahui Doc: Antara foto/Pexels
Ket. Ilustrasi - Dehidrasi dapat dicegah dengan memperbanyak minum air saat cuaca panas.

JAKARTA - Cuaca panas selama musim kemarau bisa menghadirkan risiko dehidrasi, terutama pada orang-orang yang lebih banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Dietisien Fitri Hudayani, SST., S.Gz, MKM, RD dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta menyampaikan bahwa cairan tubuh berkurang ketika tubuh berkeringat karena cuaca panas.

Kepada ANTARA di Jakarta, Senin, Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) itu mengatakan bahwa penguapan cairan tubuh juga dapat terjadi melalui saluran pernafasan pada masa cuaca panas.

"Kita akan merasa haus jika tubuh kita mulai kehilangan 1-2 persen cairan dan orang bisa mulai dehidrasi ringan saat belum mulai terasa haus," katanya.

Guna mencegah tubuh kekurangan cairan dan mengalami dehidrasi, ia mengatakan, sebaiknya mengupayakan mengkonsumsi cairan sebanyak dua liter sampai 2,5 liter atau delapan sampai 10 gelar per hari.

Dalam kondisi panas dan tubuh mengeluarkan banyak keringat, ia menambahkan, asupan cairan sebaiknya ditambah 0,5 sampai 1 liter dari biasanya.

"Cairan bisa didapatkan selain dari minum air putih juga dari buah-buahan yang berair, kuah sayuran, dan makanan yang mengandung air," katanya.

Semasa cuaca panas, Fitri menyampaikan, sebaiknya minum secara periodik tanpa menunggu haus agar terhindar dari dehidrasi.

"Jika sedang beraktivitas di luar dapat lebih sering minum, misal 15-20 menit minum satu gelas air atau 250 cc," katanya.

Menurut Fitri, kopi, teh, atau minuman berenergi bisa jadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan. Namun, konsumsi minuman bergula tinggi sebaiknya dibatasi guna menghindari masalah kesehatan lain.

Fitri mengatakan bahwa mengonsumsi buah-buahan secara teratur saat cuaca panas dapat membantu pemenuhan kebutuhan cairan dan mineral tubuh.

"Konsumsi makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan energi juga sangat penting," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa wilayah Indonesia menghadapi musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dari biasanya dalam tahun 2026.

BMKG memprakirakan musim hujan akan datang secara bertahap mulai pertengahan Oktober 2026 di daerah seperti Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung. Wilayah Banten dan Jawa Barat diprakirakan memasuki musim hujan pada awal November 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.