Tetap Fit Saat Kemarau: Ini Kiat Cegah Dehidrasi yang Wajib Diketahui
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 00:14 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Cuaca panas selama musim kemarau bisa menghadirkan risiko dehidrasi, terutama pada orang-orang yang lebih banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Dietisien Fitri Hudayani, SST., S.Gz, MKM, RD dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta menyampaikan bahwa cairan tubuh berkurang ketika tubuh berkeringat karena cuaca panas.
Kepada ANTARA di Jakarta, Senin, Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) itu mengatakan bahwa penguapan cairan tubuh juga dapat terjadi melalui saluran pernafasan pada masa cuaca panas.
"Kita akan merasa haus jika tubuh kita mulai kehilangan 1-2 persen cairan dan orang bisa mulai dehidrasi ringan saat belum mulai terasa haus," katanya.
Guna mencegah tubuh kekurangan cairan dan mengalami dehidrasi, ia mengatakan, sebaiknya mengupayakan mengkonsumsi cairan sebanyak dua liter sampai 2,5 liter atau delapan sampai 10 gelar per hari.
Dalam kondisi panas dan tubuh mengeluarkan banyak keringat, ia menambahkan, asupan cairan sebaiknya ditambah 0,5 sampai 1 liter dari biasanya.
"Cairan bisa didapatkan selain dari minum air putih juga dari buah-buahan yang berair, kuah sayuran, dan makanan yang mengandung air," katanya.
Semasa cuaca panas, Fitri menyampaikan, sebaiknya minum secara periodik tanpa menunggu haus agar terhindar dari dehidrasi.
"Jika sedang beraktivitas di luar dapat lebih sering minum, misal 15-20 menit minum satu gelas air atau 250 cc," katanya.
Menurut Fitri, kopi, teh, atau minuman berenergi bisa jadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan. Namun, konsumsi minuman bergula tinggi sebaiknya dibatasi guna menghindari masalah kesehatan lain.
Fitri mengatakan bahwa mengonsumsi buah-buahan secara teratur saat cuaca panas dapat membantu pemenuhan kebutuhan cairan dan mineral tubuh.
"Konsumsi makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan energi juga sangat penting," katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa wilayah Indonesia menghadapi musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dari biasanya dalam tahun 2026.
BMKG memprakirakan musim hujan akan datang secara bertahap mulai pertengahan Oktober 2026 di daerah seperti Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung. Wilayah Banten dan Jawa Barat diprakirakan memasuki musim hujan pada awal November 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!