Demi Jaga Daya Beli, Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis“Jadi masih, overall masih oke,” ucap Menteri ESDM.
Kebijakan tersebut melanjutkan keputusan pemerintah sebelumnya. Pada 4 Agustus 2026, Bahlil menyampaikan Presiden Prabowo memerintahkan agar harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan di tengah dinamika harga minyak mentah dunia.
Hingga awal September 2026, harga Pertalite sebagai BBM penugasan tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi Rp6.800 per liter. Kedua harga tersebut tidak berubah ketika sejumlah produk BBM nonsubsidi Pertamina mengalami penyesuaian pada awal September.
Dari sisi fiskal, pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun dalam APBN 2026, atau sekitar 65,87 persen dari total anggaran subsidi Rp318,9 triliun. Jika digabungkan dengan kompensasi, alokasi subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp381,3 triliun.
Kementerian Keuangan mencatat realisasi subsidi dan kompensasi hingga semester I 2026 mencapai Rp233 triliun atau 52,1 persen dari pagu APBN, terdiri atas subsidi Rp116 triliun dan kompensasi Rp116,9 triliun. Realisasi tersebut meningkat 44,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi subsidi dan kompensasi tersebut antara lain dipengaruhi fluktuasi ICP, nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume BBM, LPG, dan listrik bersubsidi.
Pada periode yang sama, volume penyaluran BBM tercatat meningkat 7,8 persen dibandingkan semester I 2025.
Selain mempertahankan harga, pemerintah juga tengah memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran BBM.
Bahlil sebelumnya menyatakan rencana pengendalian Pertalite bagi kelompok masyarakat desil 9 dan 10 masih menunggu validitas data agar penerapannya tidak salah sasaran.
Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi ICP sebesar 70 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,23 juta per barel.
Angka tersebut berada di bawah rata-rata ICP Januari–September yang disampaikan Bahlil, yakni sekitar 85–90 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,50 juta–Rp1,58 juta per barel.
Dengan perkembangan tersebut, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan harga BBM bersubsidi sembari memantau dinamika harga minyak dunia dan kebutuhan anggaran untuk menjaga daya beli masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!