Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antrean BBM Subsidi Terjadi, Pemda Didorong Lebih Aktif Identifikasi Penyebab dan Hitung Kebutuhan Riil

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 19:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Antrean BBM Subsidi Terjadi, Pemda Didorong Lebih Aktif Identifikasi Penyebab dan Hitung Kebutuhan Riil Doc: Antara
Ket. ilustrasi antrean mengisi BBM (bahan bakar minyak) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

JAKARTA– Antrean BBM (bahan bakar minyak) subsidi yang terjadi di sejumlah daerah seperti Sumatera Barat dan Kalimantan Timur menjadi perhatian publik. Pengamat menilai penyelesaian tidak bisa hanya menyasar satu pihak, tetapi harus dimulai dari identifikasi menyeluruh di tingkat daerah.

Koordinator Asosiasi Pengamat Energi Indonesia (APEI), Sofyano Zakaria, mengatakan pemerintah daerah memiliki peran kunci karena persoalan kebutuhan dan distribusi BBM subsidi terjadi langsung di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

“Kalau terjadi antrean BBM subsidi di suatu daerah, Pemda seharusnya menjadi pihak pertama yang turun melakukan pengecekan. Harus diketahui dulu penyebabnya, apakah karena kuota tidak mencukupi, terjadi lonjakan konsumsi, gangguan distribusi, atau BBM subsidi dibeli oleh pihak yang tidak berhak,” ujar Sofyano di Jakarta, Kamis (10/9).

Menurutnya, Pemda juga harus responsif apabila di lapangan ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi. Contohnya untuk kegiatan industri, usaha yang tidak sesuai ketentuan, hingga aktivitas pertambangan ilegal.

“Kalau ditemukan penyalahgunaan, Pemda harus berani bertindak dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Jangan hanya melihat antreannya, tetapi membiarkan penyebab kebocoran berlangsung,” tegasnya.

Sofyano menekankan, langkah preventif paling penting ada pada tahap perencanaan. Pemda harus sejak awal terlibat aktif menghitung kebutuhan riil BBM subsidi di wilayahnya bersama pemangku kepentingan terkait, sebelum usulan kuota diajukan ke pusat.

“Pemda harus tahu berapa sebenarnya kebutuhan BBM subsidi daerahnya. Kalau sejak awal hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan jauh lebih besar daripada kuota yang ditetapkan, Pemda seharusnya menyampaikan keberatan dan meminta evaluasi lebih awal. Jangan setelah terjadi antrean baru mencari pihak untuk disalahkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa penetapan kuota BBM subsidi oleh BPH Migas dilakukan berdasarkan sejumlah parameter. Di antaranya jumlah penduduk, jumlah kendaraan, tren realisasi penyaluran beberapa tahun terakhir, hingga ketersediaan anggaran subsidi. 

“Karena itu usulan daerah tidak otomatis bisa dipenuhi 100%. Di sinilah pentingnya komunikasi antara Pemda dengan BPH Migas dan Kementerian ESDM sejak awal,” jelasnya.

Mengenai peran operator penyalur, Sofyano menegaskan agar publik tidak serta merta menyalahkan Pertamina.

“Masyarakat perlu memahami bahwa operator penyalur menjalankan fungsi operasional sesuai penugasan dan alokasi yang ditetapkan. Ketika persoalan kuota muncul, maka penyelesaiannya ada di mekanisme perencanaan. Karena itu Pemda harus aktif berkoordinasi dengan BPH Migas dan Kementerian ESDM untuk mencari solusi sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat juga memahami persoalan ini secara utuh agar tidak muncul asumsi yang menyudutkan satu pihak.

“Antrean BBM harus diselesaikan, tetapi penyebabnya harus dicari dengan data. Kalau masalahnya adalah kuota, maka yang harus dievaluasi adalah mekanisme perencanaan dan penetapan kuotanya,” pungkas Sofyano. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Megapolitan
UMKM Sudah Waktunya Manfaat...
Luar Negeri
Ketegangan Tarif Membayangi...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.