Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Kilang Bioavtur Cilacap Berpotensi Dongkrak PDB Rp199 Triliun

1 Kamis, 10 Sep 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kilang Bioavtur Cilacap Berpotensi Dongkrak PDB Rp199 Triliun Kilang Bioavtur Cilacap Berpotensi Dongkrak PDB Rp199 Triliun Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Pertamina menyalurkan BBM melalui jalur kereta api diamati di Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Jateng, Kamis (10/9/2026)

CILACAP – Pengembangan proyek kilang bioavtur menjadi langkah strategis Indonesia memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong transisi menuju bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Proyek Biorefinery Cilacap, misalnya, dikembangkan untuk mengolah bahan baku seperti minyak jelantah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF), dengan peningkatan kapasitas produksi yang ditargetkan signifikan pada 2029.

Di sisi lain, pembangunan kilang bioavtur juga membuka peluang hilirisasi bahan baku domestik dan mengurangi ketergantungan pada avtur berbasis fosil.

Tantangannya adalah memastikan ketersediaan bahan baku, efisiensi produksi, serta kesiapan ekosistem industri agar proyek tersebut benar-benar mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi dan memperkuat kemandirian energi nasional.

Pertamina melalui Kilang Unit IV Cilacap, Jawa Tengah menyebutkan proyek kilang bioavtur untuk bahan bakar minyak pesawat udara ramah lingkungan (SAF) berpotensi mendongkrak produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp199 triliun per tahun.

"Kami target proyek itu jalan pada 2027," kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Hermawan Budiantoro di sela meninjau realisasi program Desa Energi Berdikari di Dusun Bondan, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9).

Pembangunan kilang bioavtur yang berada pada lahan seluas 17,5 hektare di dekat Kilang Unit IV Cilacap itu diperkirakan membutuhkan total nilai investasi mencapai 1,1 miliar dolar AS dengan target operasi pada 2029.

Saat ini, kapasitas produksi bioavtur (SAF) mencapai 27 kiloliter per hari pada unit Unit Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT) Cilacap sebagai penghasil avtur.

Dengan adanya kilang bioavtur itu nantinya kapasitas produksi meningkat 860 kiloliter per hari sehingga menjadi 887 kiloliter per hari pada 2029.

Tak hanya menambah kontribusi kepada PDB, produksi BBM ramah lingkungan itu juga berpotensi mengurangi emisi tahunan sebesar 600 ribu ton setara karbon dioksida (CO2e) serta menyerap tenaga kerja estimasi sebanyak 5.900 orang.

Sebelumnya, telah dilakukan peletakan batu pertama pada Februari 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus memproduksi BBM hijau skala besar untuk memperkuat kemandirian energi dan SAF nasional.

Kilang bioavtur itu nantinya memanfaatkan bahan baku berbasis nabati dan limbah minyak jelantah (used cooking oil/UCO).

Adapun salah satu strategi pemenuhan pasokan UCO berasal dari badan usaha dengan potensi mencapai 240 hingga 300 ribu ton per tahun, selain dikumpulkan melalui rumah tangga dan komunitas.

Sedangkan estimasi kebutuhan UCO di kilang bioavtur (bio refinery Cilacap) pada 2029 diperkirakan sebesar 350 ribu ton per tahun.

Hermawan menambahkan nantinya kandungan SAF yang dicampur dalam BBM pesawat udara mencapai hingga tiga persen, yang akan dipasok ke maskapai penerbangan di bandara tanah air yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta.

SAF yang diproduksi Indonesia diperkirakan akan menjadi kebutuhan masa depan untuk BBM termasuk avtur pesawat udara, apalagi sudah mengantongi sertifikasi internasional yaitu International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) pada Juli 2024-Februari 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
600 Ton Beras SPHP Dioplos,...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.