Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

789 Pelaku Usaha Perikanan Terdampak Bencana di Agam Diusulkan Terima Bantuan KKP.

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 18:30 WIB | Oleh:
789 Pelaku Usaha Perikanan Terdampak Bencana di Agam Diusulkan Terima Bantuan KKP. Doc: Antara Foto
Ket. Kondisi kolam Unit Pembibitan Rakyat (UPR) di Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam yang telah diperbaiki.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengusulkan 789 orang pelaku usaha perikanan terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025 untuk menerima bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjalankan usaha mereka.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira di Lubuk Basung, Sumbar, Jumat, mengatakan usulan telah disampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Data telah kita sampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Agam dan telah dilakukan verifikasi, tinggal hasilnya," katanya.

Ia mengatakan ke 789 orang yang telah diusulkan berupa nelayan 23 orang, Unit Pembibitan Rakyat (UPR) 234 orang.

Lalu kolam air tenang 175 orang, kolam air deras 24 orang, kolam irigasi dua orang dan keramba jaring apung 331 orang.

Untuk nelayan, lanjutnya, diusulkan untuk mendapatkan bantuan alat tangkap, perahu, mesin dan lainnya.

Sementara UPR, kolam air tenang, kolam air deras, kolam air tenang dan keramba jaring apung diusulkan untuk mendapatkan induk ikan, benih ikan, pakan dan lainnya.

"Kita mengusulkan bantuan sesuai kebutuhan dari mereka. Kita juga mendapat bantuan alat berat berupa ekskavator dari kementerian untuk merenovasi kolam yang tertimbun material," kata Rosva. 

Ia mengakui mereka yang diusulkan tersebut merupakan korban bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada akhir 2025.

Bencana tersebut mengakibatkan usaha mereka rusak dampak bencana tersebut, sehingga mereka tidak bisa menjalankan usaha dan mengalami kerugian.

"Usaha mereka terdampak dan kita berupaya untuk mengusulkan bantuan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Agam," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

52 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.