Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Targetkan Kabel Udara Jakarta Tuntas Diturunkan dalam Lima Tahun

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 14:15 WIB | Oleh:
Pramono Targetkan Kabel Udara Jakarta Tuntas Diturunkan dalam Lima Tahun Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan ke bawah tanah dalam lima tahun ke depan. Penataan tersebut dilakukan melalui pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) untuk membuat wajah ibu kota lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan ke bawah tanah dalam lima tahun ke depan. Penataan tersebut dilakukan melalui pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) untuk membuat wajah ibu kota lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Target itu disampaikan Pramono saat meninjau pembangunan SJUT di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9). Menurut dia, penataan kabel utilitas kini memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 sehingga proses pemindahan jaringan dapat dilakukan secara bertahap dan terarah.

“Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025, kita telah mempunyai payung hukum yang kuat untuk menata kabel-kabel utilitas dari atas permukaan ke bawah tanah. Saya menargetkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan sepenuhnya demi mengubah wajah ibu kota secara signifikan,” ujar Pramono.

Pemindahan jaringan utilitas ke bawah tanah dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperbaiki kondisi ruang kota. Selain membuat kawasan terlihat lebih tertata, penataan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan serta kenyamanan warga dan pengguna jalan.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kolaborasi dengan badan usaha milik daerah dan pihak swasta. Pramono menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar penataan jaringan utilitas tidak hanya bergantung pada program pemerintah.

“Karena skema bisnisnya menjanjikan dan payung hukumnya telah rampung, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga,” tuturnya.

Pemprov DKI juga menerapkan program 5M sebagai strategi untuk menangani jaringan utilitas yang masih berada di udara. Program tersebut mencakup penggunaan SJUT, relokasi secara mandiri, pengikatan kabel udara, pemotongan kabel yang sudah tidak berfungsi, serta peninggian kabel yang menjuntai.

Strategi tersebut memungkinkan penataan dilakukan sesuai dengan kondisi jaringan di masing-masing kawasan. Pemilik utilitas juga tidak hanya menunggu pembangunan SJUT, tetapi didorong mengambil langkah mandiri untuk mempercepat proses pemindahan jaringan.

Dari sisi pembangunan fisik, progres SJUT di Jakarta terus bertambah. Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat jaringan SJUT yang telah terbangun mencapai 41,7 kilometer, sementara sejumlah ruas prioritas seperti Jalan Dr. Supomo ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pekerjaan pembangunan SJUT dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi. Rekayasa lalu lintas serta sosialisasi kepada pengguna jalan juga terus dilakukan bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar pekerjaan tidak mengganggu mobilitas masyarakat secara berlebihan.

Penataan jaringan utilitas tidak hanya menyasar kabel telekomunikasi yang selama ini terlihat di udara. Pemprov DKI juga mulai mendorong penataan jaringan listrik sebagai bagian dari upaya membangun sistem utilitas kota yang lebih terintegrasi.

PT PLN (Persero) saat ini menyiapkan desain sekaligus melakukan uji coba boks pembagi tegangan rendah sebagai bagian dari persiapan penerapan Saluran Kabel Tanah Tegangan Rendah (SKTR). Tahapan tersebut dilakukan sebelum sistem kabel listrik bawah tanah diterapkan secara lebih luas di berbagai kawasan Jakarta.

Senior Manager Konstruksi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta M Eryan Saputra mengatakan uji coba diperlukan untuk memastikan sistem yang akan digunakan memenuhi aspek keselamatan dan keandalan layanan. PLN juga menyatakan dukungannya terhadap program penataan utilitas yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta.

“Dukungan penuh kami berikan terhadap program penataan kota ini. Saat ini PLN tengah menyiapkan desain serta uji coba boks pembagi tegangan rendah sebelum SKTR digelar menyeluruh,” ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Megapolitan
Kabel PLN Dicuri, Pasokan L...
Daerah
Gubernur Sulsel Minta Masya...
Daerah
Badan Geologi ESDM: Gunung ...
Advertisement
Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Jakarta Masuk Tanah dalam 5 Tahun, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Jakarta Masuk Tanah dalam 5 Tahun, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.