Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Ajak Kawula Muda Lawan Korupsi lewat 'Stand Up Comedy'

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 14:28 WIB | Oleh:
KPK Ajak Kawula Muda Lawan Korupsi lewat 'Stand Up Comedy' Doc: YouTube/Suara Antikorupsi dan COMIKACOMPANY
Ket. Igen Wahang

JAKARTA - Isu korupsi tak selalu dibicarakan lewat forum resmi, karena panggung komedi kini menjadi ruang menyuarakan keresahan anak muda. Komisi Pemberentasan Korupsi (KPK) menggandeng komunitas komika untuk menyampaikan pesan antikorupsi dengan cara kreatif.

PIC Program Benar-Benar Komika Operasi Tangkap Tawa (OTT), Adi Fauzanto, menjelaskan acara ini memang ditujukan untuk anak muda. Stand up comedy ini menjadi salah satu bentuk kampanye Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK.

Sebelumnya, kampanye antikorupsi KPK banyak dilakukan lewat sosialisasi kepada pejabat, PNS, dan ASN. Pendekatannya juga lebih formal.

Kini, KPK membuka jalur partisipasi baru lewat berbagai media. Selain stand up comedy, KPK juga memakai film dan podcast.

"Kita awalnya melakukan kampanye di KPK itu dengan sosialisasi kepada pejabat, kepada PNS, ASN. Kita membuka jalan baru kepada anak muda untuk bisa menyuarakan antikorupsi, dan salah satunya yaitu stand up comedy," ujar dia, Rabu (9/9).

Stand up comedy dipilih karena bisa menjadi sarana anak muda melihat persoalan korupsi di sekitar. Lewat materi komedi, keresahan itu diolah menjadi kritik sekaligus pesan antikorupsi.

"Di stand up comedy ini kita juga mau memberikan ruang bagi anak muda yang melihat korupsi di sekitar. Kita mau berbicara atau mendengarkan dari bahasa anak muda itu sendiri," kata dia.

Program Benar-Benar Komika juga tidak hanya melibatkan komunitas di Jakarta dan Pulau Jawa. Partisipasi dibuka secara daring dan menjangkau komunitas dari berbagai daerah.

Daerah yang terlibat antara lain Samarinda, NTT, Papua, Sulawesi, dan Aceh. Jangkauan ini membuat program terasa lebih luas dan inklusif.

Pemenang Operasi Tangkap Tawa dan Monster Minggu Ini, Igen Wahang, mengetahui kompetisi tersebut dari komunitasnya. Keterlibatan komunitas menjadi pintu bagi dirinya dan komika lain untuk ikut bersuara soal korupsi.

Igen menilai membawakan isu korupsi dalam materi komedi bukan perkara mudah. Materi harus tetap kritis, tetapi tidak menyinggung pihak tertentu.

"Tantangannya yaitu ketika kita bikin materi yang cukup beresiko, gimana caranya kita mengemas itu supaya bisa diterima. Dan tentunya, tanpa membuat beberapa orang atau kalangan tertentu menjadi tersinggung dengan materi kita," kata dia dalam kesempatan yang sama.

Dalam persiapan, Igen dan komika lain mendapat waktu sekitar dua pekan. Materi soal keresahan umum mengenai korupsi lalu dikembangkan menjadi lawakan dan diuji lewat open mic sebelum ditampilkan di Operasi Tangkap Tawa. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.