Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Ketahanan Infrastruktur Gas, PGN Solution dan Nusantara Regas Siapkan Respons Darurat Pipa Bawah Laut

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 14:37 WIB | Oleh:
Perkuat Ketahanan Infrastruktur Gas, PGN Solution dan Nusantara Regas Siapkan Respons Darurat Pipa Bawah Laut Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA – PT Nusantara Regas (NR) bersama PT PGAS Solution (PGN Solution) memperkuat ketahanan infrastruktur gas melalui peningkatan kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat pada sistem pipa bawah laut.

Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keandalan aset dan kontinuitas penyaluran gas yang mendukung kontinuitas penyaluran gas bagi Jakarta dan Jawa Barat.

Penguatan kerja sama antara NR dan PGN Solutian ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Kesiapsiagaan Penanganan Keadaan Darurat pada Sistem Pipa Bawah Laut PT Nusantara Regas di Jakarta.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama NR Mohd. Iskandar Mirza dan Direktur Utama PGN Solution Sonny Rahmawan Abdi pada Selasa (8/9).

Kerja sama ini memiliki nilai strategis mengingat sistem pipa bawah laut merupakan tulang punggung rantai operasional NR. Perusahaan mengoperasikan Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta yang terhubung dengan Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang melalui pipa bawah laut sepanjang sekitar 15 kilometer.

Melalui jalur pipa ini, gas hasil regasifikasi LNG disalurkan menuju daratan untuk memasok gas bagi PLTGU Muara Karang, Tanjung Priok, dan PLTGU Muara Tawar. 

Dengan peran tersebut, keandalan pipa bawah laut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kontinuitas penyaluran energi bagi sistem kelistrikan di Jakarta dan Jawa Barat.

Di sisi lain, Teluk Jakarta merupakan salah satu perairan dengan lalu lintas pelayaran terpadat di Indonesia. Jalur pipa yang berada di wilayah tersebut menghadapi berbagai potensi risiko operasional, termasuk aktivitas pelayaran dan kemungkinan gangguan akibat jangkar kapal.

Penanganan kondisi darurat pada infrastruktur bawah laut membutuhkan kesiapan personel, kapal, peralatan, material, serta kompetensi teknis yang dapat dimobilisasi dalam waktu singkat.

Sedangkan Direktur Utama NR, Mohd. Iskandar Mirza, mengatakan kesiapan menghadapi kondisi darurat merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan operasi perusahaan. Terlebih, fasilitas NR memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan pasokan energi bagi pembangkit listrik di Jakarta dan Jawa Barat.

“Mengingat krusialnya peran NR dalam menjaga keberlangsungan pasokan energi di Jakarta dan Jawa Barat, diperlukan langkah strategis untuk memperkuat perlindungan dan kesiapsiagaan terhadap aset operasional perusahaan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendukung dan redundansi penanganan yang dibutuhkan apabila terjadi kondisi darurat pada fasilitas NR,” ujar Mirza.

Menurut Mirza, kerja sama dengan PGN Solution tidak hanya berfokus pada respons ketika keadaan darurat terjadi, tetapi juga pada penguatan kesiapan seluruh sumber daya yang diperlukan sebelum insiden.

“Penanganan keadaan darurat membutuhkan kesiapan yang dibangun sebelum insiden terjadi. Oleh karena itu, penyelarasan kompetensi, personel, peralatan, material, dan mekanisme koordinasi menjadi penting agar respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur,” tambah Mirza.

Melalui kerja sama ini, PGN Solution akan mendukung NR dengan kapabilitas di bidang operasi dan pemeliharaan, engineering, inspeksi, konstruksi, serta layanan teknis infrastruktur energi. Kedua perusahaan juga akan melakukan pertukaran data dan informasi teknis serta mengidentifikasi kesiapan personel, kompetensi, peralatan, material, dan sumber daya yang dapat dimobilisasi apabila terjadi keadaan darurat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Megapolitan
Kabel PLN Dicuri, Pasokan L...
Daerah
Gubernur Sulsel Minta Masya...
Daerah
Badan Geologi ESDM: Gunung ...
Advertisement
Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Jakarta Masuk Tanah dalam 5 Tahun, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Jakarta Masuk Tanah dalam 5 Tahun, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.