Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Panas 2026 Jadi yang Paling Menyengat Sepanjang Sejarah AS

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 21:53 WIB | Oleh:
Musim Panas 2026 Jadi yang Paling Menyengat Sepanjang Sejarah AS Doc: AFP

LOS ANGELES - Wilayah daratan utama Amerika Serikat (AS) mencatatkan musim panas meteorologis terpanas sepanjang sejarah pencatatan pada 2026, dengan suhu rata-rata dari Juni hingga Agustus mencapai sekitar 23,6 derajat Celsius.

Perihal itu disampaikan dalam laporan terbaru yang dirilis pada Rabu (9/9) oleh Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA).

Suhu rata-rata di wilayah daratan utama AS selama musim panas berada sekitar 1,7 derajat Celsius di atas rata-rata abad ke-20 dan 0,2 derajat Celsius lebih tinggi dari rekor sebelumnya yang tercatat pada 1936 dan 2021, menurut laporan tersebut.

Agustus 2026 juga tercatat sebagai bulan terpanas sepanjang sejarah pencatatan, dengan suhu rata-rata mencapai 24,2 derajat Celsius, sekitar 1,9 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan rata-rata abad ke-20.

Suhu maksimum rata-rata pada siang hari mencapai 31,4 derajat Celsius, yang juga merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.

Menurut laporan itu, baik Agustus maupun musim panas meteorologis 2026 merupakan yang terpanas sepanjang sejarah pencatatan sejak 1895 bagi wilayah daratan utama AS.

Rata-rata total presipitasi di wilayah daratan utama AS pada Agustus mencapai sekitar 5,84 cm, atau sekitar 0,81 cm di bawah rata-rata abad ke-20, ungkap laporan itu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
Rivalitas Klasik Persija vs Persib, Sekjen PSSI Ajak Jakmania dan Bobotoh Bangun Kebersamaan Lewat Sepak Bola, Jaga Perdamaian!

Rivalitas Klasik Persija vs Persib, Sekjen PSSI Ajak Jakmania dan Bobotoh Bangun Kebersamaan Lewat Sepak Bola, Jaga Perdamaian!

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.