Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim Hujan di Bali, BMKG Minta Masyarakat Waspada

📅 Senin, 28 Sep 2026, 13:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim Hujan di Bali, BMKG Minta Masyarakat Waspada Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: Sejumlah wisatawan menikmati ombak saat cuaca cerah di Pantai Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (28/9/2026).

DENPASAR – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem saat musim hujan di Bali yang diprakirakan mulai akhir November 2026 dan puncaknya pada Februari 2027.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali Trayi Budi Samantu di sela-sela pemaparan prakiraan musim hujan di Denpasar, Bali, Senin(28/9), menjelaskan potensi curah hujan lebih tinggi dari kondisi normal itu terjadi karena durasi musim hujan yang diprakirakan lebih pendek.

“Dengan prediksi durasi musim hujan yang lebih pendek dari normalnya, maka kondisi itu akan terakumulasi dan sangat berpotensi curah hujan dengan intensitas lebih tinggi,” ucapnya.

Sebagian besar wilayah di Bali bagian pesisir barat, utara, dan timur, lanjut dia, musim hujan diprakirakan rata-rata berlangsung 10–15 dasarian (satu dasarian setara 10 hari). Bahkan di wilayah timur hingga Nusa Penida, musim hujan diprakirakan berlangsung 10–12 dasarian.Sedangkan di wilayah Bali bagian tengah diprakirakan berlangsung lebih panjang yaitu 16-18 dasarian.

“Jadi sebagian besar wilayah Bali itu panjang musim hujannya nanti berlangsung hingga April 2026,” imbuhnya.

Pendeknya prakiraan musim hujan tersebut, kata dia, diprakirakan dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang membawa musim kering lebih panjang di Indonesia.

Sementara itu Stasiun Klimatologi Bali memprakirakan curah hujan di Bali mulai pada akhir November 2026 diprakirakan di tiga wilayah Zona Musim (ZOM) atau sekitar 15 persen yaitu di Kecamatan Banjar, Sukasada, Baturiti, Pupuan, Petang, dan Payangan. Sedangkan mayoritas atau 85 persen di 17 ZOM, musim hujannya mulai terjadi pada Desember.

Trayi menambahkan 100 persen atau seluruh ZOM di Bali yang berjumlah 20 zona itu musim hujannya mundur atau lebih lambat dari normalnya.

“Sebanyak 70 persen (ZOM) itu mundur tiga dasarian atau lebih, bahkan ada yang mundur enam hingga tujuh dasarian,” imbuhnya.

Sedangkan puncak musim musim sebagian besar terjadi pada Februari 2026 di 16 ZOM di Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Pawai Khitong Jadi Magnet B...
Ekonomi
Kementerian UMKM Dorong Pro...
Daerah
Kadin Kota Jayapura Buka Pe...
Advertisement
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.