Menjelajah Sambirejo, Mahasiswa UMY Hidupkan Wisata Budaya
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 23:26 WIB | Oleh: Tim PenulisSLEMAN – Di balik pesona Tebing Breksi yang selama ini menjadi magnet wisatawan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tersimpan potensi lain yang tengah dirajut untuk membuat wisatawan tinggal lebih lama.
Bukan sekadar menikmati panorama dan berfoto, pengalaman berwisata mulai diarahkan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat Kalurahan Sambirejo.
Gagasan itu datang dari tim mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mengembangkan empat program diversifikasi wisata budaya di Sambirejo.
Inisiatif tersebut menjadi upaya memperkaya pilihan aktivitas wisata sekaligus memperpanjang durasi kunjungan wisatawan di kawasan Tebing Breksi.
Langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan destinasi tidak selalu harus bertumpu pada daya tarik utama yang sudah populer.
Potensi budaya lokal dapat dikemas menjadi pengalaman baru yang membuat wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang, berinteraksi, belajar, dan menghabiskan waktu lebih lama di desa wisata.
Bagi masyarakat Sambirejo, pengembangan wisata budaya juga membuka peluang agar manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya berhenti di kawasan destinasi utama.
Semakin lama wisatawan tinggal dan semakin banyak aktivitas yang mereka ikuti, semakin besar pula peluang pelaku usaha lokal, pengrajin, pelaku seni, hingga masyarakat desa ikut menikmati perputaran ekonomi pariwisata.
"Kami tidak ingin sekadar membuat event, tetapi mencoba mengembangkan beberapa alternatif atraksi wisata yang bisa memperkaya pengalaman wisatawan di Sambirejo," kata Ketua Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) EDSA PBI UMY Reva Audya Harianto dalam keterangan tertulisnya di Sleman, Kamis.
Ia mengatakan empat program utama yang dihadirkan meliputi Sambirejo Cultural Lab, Sambirejo Guide Academy, Sambirejo Temple Trail, dan Narasimha Sunset Show.
Reva menjelaskan Sambirejo Temple Trail merupakan jalur jelajah sejarah sepanjang 7,3 kilometer yang melintasi Candi Banyunibo, Candi Barong, Arca Ganesha, dan Spot Riyadi, dengan titik awal serta akhir di Tebing Breksi. Program ini digarap berkolaborasi dengan Jogja International Heritage Walk.
Sementara itu, Narasimha Sunset Show merupakan pertunjukan teatrikal yang digelar di Tebing Breksi menjelang matahari terbenam.
Pertunjukan tersebut diangkat dari kisah penemuan arca Narasimha di Bukit Ijo pada 1975, dengan menggabungkan seni drama, tari, musik, dan cerita visual (visual storytelling).
"Pertunjukan seni ini melibatkan kolaborasi warga dari Sanggar Turonggo Mudo dan Sanggar Unggah-Ungguh Sambirejo," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!