Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sulawesi Utara Pasok Cabai Rawit 3.000 Kg dari Makassar

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Sulawesi Utara Pasok Cabai Rawit 3.000 Kg dari Makassar Doc: ANTARA
Ket. Penjualan cabai rawit di Pasar Bersehati, Kota Manado, Sulut mengalami peningkatan hingga Rp200ribu per kg.

MANADO – Pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) memasok komoditas cabai rawit (rica) sebanyak 3.000 kilogram dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

"Nanti akan masuk cabai rawit sebanyak 3.000 kg dari Makassar dan kami berharap pasokan ini mampu memenuhi permintaan masyarakat Sulut yang cukup tinggi," kata Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara Reza Dotulung, di Manado, Rabu (09/9).

Reza mengatakan pemerintah Sulut selain memasok dari Makassar, juga melakukan pembatasan pengiriman ke luar daerah Sulut.

"Kami harap produksi cabai di Sulut ataupun yang dari Makassar tidak lagi dijual ke luar daerah," katanya.

Karena, katanya, pemerintah harus menjaga ketersediaan cabai rawit atau bahan pangan lainnya di sentra perdagangan Sulut.

"Kami harap dengan didatangkan cabai rawit dari Makassar ini, akan menekan harga di pasaran, dan masyarakat bisa mendapatkan dengan harga jauh lebih murah," katanya.

Dalam pekan ini, katanya, memang harga cabai rawit asal Gorontalo sempat menyentuh angka Rp200 ribu per kg dan cabai lokal sekitar Rp150 ribu–Rp170 ribu per kg.

Namun, katanya, kebiasaan orang Manado dan sekitarnya menginginkan cabai rawit yang lebih pedas seperti yang dari Gorontalo.

Pihaknya bersama dinas terkait, katanya, terus melakukan pemantauan harga dan pengawasan, sehingga jika terjadi gejolak maka akan segera ditindaklanjuti.

"Pemantauan harga dan pengawasan dilakukan oleh Dinas perindustrian dan Perdagangan baik di Sulut maupun di 15 kabupaten dan kota lainnya," katanya.

Sehingga, lanjut dia, koordinasi terus terjalin dan jika daerah lain terjadi surplus akan saling melengkapi dengan kabupaten atau kota yang kekurangan.

"Kami mengimbau masyarakat jangan panik, karena pemerintah akan terus memberikan pelayanan terbaik dan berupaya menjaga bahan pangan tetap ada," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Luar Negeri
Inggris Impor Air dari Norw...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.