Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter Mengancam Perairan Sultra, BMKG Imbau Nelayan Waspada.

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 08:34 WIB | Oleh:
Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter Mengancam Perairan Sultra, BMKG Imbau Nelayan Waspada. Doc: Antara Foto
Ket. Ilustrasi gelombang di Perairan Sulawesi Tenggara.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di kawasan Perairan Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari Rian Saraswati saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa peringatan dini gelombang tinggi tersebut berlaku mulai Rabu, 9 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga Sabtu, 12 September 2026 pukul 08.00 WITA.

"Pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 2 hingga 20 knot. Namun, kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot berpotensi terjadi di Teluk Bone Barat Kolaka Utara, Teluk Bone Barat Kabaena, dan Perairan Baubau," kata Rian Saraswati.

Dia menyebutkan bahwa potensi gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan aktivitas pelayaran, khususnya bagi nelayan kecil dan operator kapal tongkang.

Rian Saraswati mengungkapkan bahwa BMKG mencatat perahu nelayan berisiko tinggi menghadapi bahaya jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.

"Sementara untuk kapal tongkang, risiko keselamatan meningkat apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Rian Saraswati, BMKG meminta para nelayan, masyarakat pesisir, serta operator transportasi laut yang beraktivitas di Perairan Teluk Bone dan Baubau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan memperbarui informasi kondisi maritim sebelum melaut demi mengantisipasi kecelakaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Megapolitan
Senyum, Salam, Sapa, dan Sa...
Nasional
Ada Gerakan Selamatkan Pang...
Luar Negeri
AS Hancurkan 5 Kapal Tanker...

Rupiah Terancam Melemah - 09 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Terancam Melemah - 0...
Advertisement
Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar

Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.