Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tari Lajur Caping Kalo Catat Rekor MURI, Warisan Budaya Kudus Makin Dikenal.

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 17:50 WIB | Oleh:
Tari Lajur Caping Kalo Catat Rekor MURI, Warisan Budaya Kudus Makin Dikenal. Doc: ist
Ket. Tari Lajur Caping Kalo mencatat Rekor MURI sekaligus menjadi momentum memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya khas Kudus kepada masyarakat luas.

Sebanyak 670 penari tampil serentak dalam pagelaran kolosal Tari Lajur Caping Kalo di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (26/9), yang menargetkan pencatatan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pagelaran Tari Lajur Caping Kalo terbanyak. Inisiatif terhadap pagelaran ini didasari atas upaya memperkenalkan kembali Caping Kalo sebagai salah satu warisan budaya khas Kudus.

Caping Kalo merupakan penutup kepala perempuan yang menjadi bagian dari busana adat Kudus. Seiring berkurangnya jumlah perajin yang masih menekuni keterampilan menganyam bambu, keberadaan Caping Kalo semakin jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan lebih banyak hadir dalam kegiatan budaya maupun seremonial.

Berangkat dari kondisi tersebut, YKBN bersama Nojorono Kudus sejak tahun 2022 mulai menggali dan mendokumentasikan kembali sejarah serta nilai budaya Caping Kalo. Dari proses observasi dan penelaahan nilai historis Caping Kalo yang panjang, lahir pemahaman bahwa menjaga Caping Kalo tidak cukup dilakukan dengan merekam ceritanya, tetapi juga menghadirkannya kembali di tengah masyarakat.

Salah satu ikhtiar yang kemudian berkembang adalah Tari Lajur Caping Kalo. Terinspirasi dari perjalanan bambu yang diolah hingga menjadi sebuah caping, tari ini mengangkat keterampilan menganyam ke dalam bahasa gerak. Setiap pementasan menjadi cara baru untuk mengenalkan kembali cerita yang selama ini hidup di balik kerajinan khas Kudus tersebut.

20260929174925_Foto-3.jpg

Semangat yang sama kemudian berkembang melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Kudus dalam pagelaran kolosal Tari Lajur Caping Kalo pada peringatan HUT Kota Kudus ke-477. Sebanyak 670 penari dari berbagai latar belakang berkumpul dalam satu panggung, menghadirkan sebuah perayaan budaya yang bertumbuh dari warisan lokal dan dijaga bersama oleh masyarakatnya.

Dukungan terhadap inisiatif ini turut terlihat dari kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, bersama Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus dalam pagelaran tersebut.

Dimas Handoko selaku CSR Department Head PT Nojorono Tobacco International, mengatakan bahwa pelestarian budaya membutuhkan ruang agar warisan yang lahir di masa lalu tetap dapat dikenali dan dirasakan relevansinya oleh generasi saat ini.

"Warisan budaya selalu memiliki nilai yang patut dijaga. Tantangannya bagi kita adalah bagaimana caranya sehingga warisan tersebut tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat. Bagi kami, Tari Lajur Caping Kalo menjadi salah satu cara untuk merawat nilai yang diwariskan dari masa lalu sekaligus memperkenalkannya kepada generasi hari ini. Ketika keduanya dapat berjalan beriringan, budaya bukan hanya terjaga, tetapi juga terus bertumbuh seiring waktu," ujar Dimas.

Menurut Dimas, pagelaran kolosal ini menjadi kesempatan untuk memperluas perhatian masyarakat terhadap Caping Kalo dan cerita yang menyertainya. "Caping Kalo lahir dari keseharian masyarakat Kudus, namun menyimpan cerita, keterampilan, dan nilai budaya yang jauh lebih besar dari fungsi awalnya. Tari Lajur menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kembali cerita tersebut dalam bentuk yang lebih dekat dengan masyarakat masa kini. Ketika semakin banyak orang mengenalnya, semakin besar pula peluang bagi warisan budaya ini untuk terus berkembang dan menginspirasi generasi berikutnya," tutupnya. .

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.