IHSG Hari Ini Kembali Tertekan, Sentimen Global dan Domestik Bikin Investor Waspada
📅 Senin, 07 Sep 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan masih kuatnya tekanan dari kombinasi sentimen global dan domestik.
Ketidakpastian ekonomi global mendorong investor lebih berhati-hati, sementara faktor dalam negeri turut memengaruhi minat terhadap aset berisiko.
Kondisi ini menunjukkan pasar saham masih berada dalam fase sensitif, sehingga arah IHSG akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen dan data ekonomi berikutnya.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/9) sore, ditutup melemah 16,81 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.619,67 dipengaruhi oleh sentimen dari tingkat global dan domestik.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,17 poin atau 0,18 persen ke posisi 656,42.
"Mengawali pekan ini, pergerakan IHSG dipengaruhi dari sentimen eksternal dan internal,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias NIco dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Nico mengatakan bursa kawasan Asia cenderung bergerak variatif seiring kehati-hatian pelaku pasar di tengah tekanan eskalasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang saling membalas serangan.
Iran telah menargetkan kapal tanker minyak dan beberapa kapal yang terkait dengan AS, dan berencana untuk menetapkan zona maritim terbatas di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.
Hal tersebut menyusul serangan AS terhadap kapal tanker minyak Iran, yang menurut Washington dilakukan sebagai balasan atas serangan rudal Teheran terhadap kapal perang Angkatan Laut AS.
"Saling melancarkan serangan terhadap kapal selama akhir pekan kemarin, memicu kekhawatiran inflasi baru," ujar Nico.
Selain itu, pelaku pasar merespon data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan yaitu US Change in Nonfarm Payrolls naik dari sebelumnya 21.000 menjadi 162.000, yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026.
Data itu menunjukkan indikator pemulihan pasar tenaga kerja setelah periode pelemahan, sehingga pasar berspekulasi peluang The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya pada bulan ini.
Di sisi lain, pelaku pasar merespon kenaikan saham teknologi yang didorong optimisme bahwa model baru dari OpenAI dapat mendorong permintaan yang lebih kuat untuk chip memori.
Reli teknologi mencerminkan kenaikan kuat saham teknologi AS pada Jumat (04/09), dengan antusiasme terhadap model AI terbaru OpenAI meningkatkan sentimen global terhadap produsen chip dan perusahaan terkait AI, tentunya ini akan menopang kinerja produsen akibat dukungan atas permintaan pasar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!