Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kredit Perbankan Tembus Rp9.135 Triliun, OJK Ungkap Pergerakannya

📅 Senin, 07 Sep 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kredit Perbankan Tembus Rp9.135 Triliun, OJK Ungkap Pergerakannya Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Layanan Bank Jatim.

JAKARTA – Realisasi kredit perbankan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat seberapa kuat aktivitas ekonomi bergerak.

Ketika penyaluran kredit meningkat, hal ini dapat mencerminkan membaiknya permintaan pembiayaan dari dunia usaha maupun masyarakat.

Namun, pertumbuhan kredit tetap perlu diimbangi dengan kualitas penyaluran dan pengelolaan risiko agar ekspansi pembiayaan tidak justru memicu masalah baru di sektor keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total penyaluran kredit industri perbankan mencapai Rp9.135 triliun hingga Juli 2026 atau tumbuh sebesar 13,58 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Kinerja intermediasi perbankan terus meningkat dengan laju pertumbuhan yang semakin solid," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, dalam konferensi pers hasil RDKB Agustus 2026 di Jakarta, Senin (7/9).

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 25,13 persen (yoy), diikuti oleh kredit modal kerja sebesar 11,04 persen (yoy), sedangkan kredit konsumsi sebesar 5,38 persen (yoy).

Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 22,10 persen (yoy).

Sementara itu, kredit UMKM melanjutkan tren peningkatan dengan tumbuh positif sebesar 1,62 persen (yoy), yang mana pada Juni lalu tercatat 1,05 persen (yoy).

Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 16,95 persen (yoy).

Per Juli 2026, baki debet kredit buy now pay later (BNPL) sebagaimana dilaporkan dalam SLIK tercatat sebesar Rp31,56 triliun atau tumbuh 31,22 persen (yoy), dengan jumlah rekening mencapai 33,50 juta.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) terakselerasi dengan tumbuh sebesar 11,21 persen (yoy), sehingga menjadi sebesar Rp10.336 triliun.

Pertumbuhan tertinggi pada deposito sebesar 13,13 persen (yoy), diikuti oleh giro dan tabungan masing-masing sebesar 11,81 persen (yoy) dan 8,37 persen (yoy).

Dian menyampaikan bahwa likuiditas perbankan di level yang memadai dengan rasio alat likuid non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid dana pihak ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 102,45 persen dan 23,1 persen, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 187,5 persen.

Sementara itu, kualitas kredit terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross pada level 2,10 persen dan NPL net sebesar 0,81 persen. Adapun loan at risk (LAR) tercatat sebesar 8,39 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Kebakaran Dua Rumah di Caku...
Luar Negeri
Ukraina Beri Sinyal Hentika...
Luar Negeri
Turki Ingin Laut Hitam Aman...
Advertisement
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.