Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat, Indonesia Bidik Posisi sebagai Pusat Uji Klinik Global
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 22:25 WIB | Oleh: Haryo BronoSalah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan pelatihan Good Clinical Practice (GCP) secara berkala dan berkelanjutan. Pelatihan tersebut menjadi salah satu persyaratan dasar bagi pelaku uji klinik untuk memastikan pelaksanaan penelitian memenuhi prinsip keselamatan dan perlindungan partisipan.
Hingga saat ini, lebih dari 7.000 orang telah memperoleh sertifikat GCP dari IASMED.
IASMED juga melakukan advokasi terkait sejumlah aspek pendukung pelaksanaan uji klinik, termasuk regulasi Material Transfer Agreement (MTA) dan Special Access Scheme untuk mendukung proses importasi obat uji klinik serta menjaga akurasi pemeriksaan selama penelitian.
Selain itu, organisasi tersebut mendukung pengembangan kapasitas pusat-pusat uji klinik atau Clinical Research Unit (CRU) di sejumlah rumah sakit melalui kerja sama dengan Indonesia Clinical Research Center (INA-CRC) dan Kementerian Kesehatan.
Upaya memperkenalkan kapasitas ekosistem uji klinik Indonesia ke tingkat internasional juga dilakukan melalui keterlibatan delegasi gabungan Kementerian Kesehatan, BPOM, INA-CRC, dan peneliti sentra uji klinik dalam Indonesia Town Hall pada ajang Global DIA Annual Meeting 2025 dan 2026 di Amerika Serikat.
Libatkan Partisipan hingga Industri
IASMED Annual Meeting 2026 turut membahas pengembangan uji klinik dari berbagai perspektif, mulai dari partisipan penelitian hingga regulator, pusat penelitian, dan industri.
Pada sesi partisipan, dua orang yang pernah mengikuti uji klinik membagikan pengalaman mereka secara langsung. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menempatkan partisipan sebagai mitra strategis dalam pengembangan obat baru, sekaligus menegaskan pentingnya aspek keselamatan dalam penelitian klinis.
Sementara itu, sesi Regulatory membahas perkembangan kebijakan dan reformasi regulasi bersama perwakilan Kementerian Kesehatan dan BPOM, termasuk strategi meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik studi klinik global.
Dari sisi Clinical Research Center, pimpinan dan pengelola pusat uji klinik dari sejumlah rumah sakit dan institusi kesehatan berbagi pengalaman mengenai pembangunan kapasitas, infrastruktur, kualitas layanan, serta kesiapan CRU dalam memenuhi standar internasional.
Perspektif industri juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Perwakilan perusahaan farmasi, bioteknologi, dan CRO membahas berbagai faktor yang menentukan pemilihan negara dan lokasi penelitian, peluang investasi, serta bentuk kolaborasi yang dibutuhkan agar Indonesia semakin menarik sebagai lokasi uji klinik.
Belajar dari Pengalaman Internasional
Pertemuan tahunan IASMED tahun ini juga menghadirkan pembicara internasional untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan ekosistem uji klinik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!