Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

El Nino di Depan Mata, Mentan Ungkap Kabar Lega soal Stok Beras Indonesia

📅 Senin, 07 Sep 2026, 00:13 WIB | Oleh:
El Nino di Depan Mata, Mentan Ungkap Kabar Lega soal Stok Beras Indonesia Doc: Antara foto/HO Kementan
Ket. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan produksi dan surplus beras nasional tetap terjaga sehingga pemerintah optimistis mampu menghadapi potensi dampak fenomena El Nino dengan menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

"Kami optimistis produksi beras nasional aman meski Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan adanya penurunan produksi beras pada Januari-Oktober 2026," kata Mentan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, proyeksi penurunan produksi yang disampaikan BPS perlu dilihat secara proporsional jika dibandingkan total produksi nasional.

BPS memperkirakan produksi beras nasional Januari-Oktober 2026 mencapai 31,41 juta ton, turun 0,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 31,44 juta ton. Sementara produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) diproyeksikan mencapai 54,52 juta ton, juga turun 0,08 persen.

Mentan menilai angka tersebut perlu dilihat secara proporsional dengan total produksi nasional. Dengan basis produksi sekitar 34,7 juta ton, penurunan 0,08 persen hanya setara sekitar 30 ribu ton.

“(Penurunan) 0,08 persen coba dikali 34,7 juta ton produksi beras nasional. 0,08 persen itu hanya 30 ribu ton, kecil sekali (dibandingkan 34,7 juta ton),” jelas Mentan.

Amran optimistis kondisi produksi nasional juga masih berada dalam situasi yang kuat karena Indonesia mencatat surplus pangan. Ia menyebut Indonesia mencatat surplus sekitar 4 juta ton pada tahun lalu dan kembali berada dalam kondisi surplus pada tahun ini.

“Tahun lalu surplus 4 juta ton, tahun ini juga kan? 30 ribu ton hilang (susut produksi). Sementara kita 4 juta ton dua kali surplus bagaimana?," tuturnya.

Ia menegaskan pemerintah tetap mencermati perkembangan produksi dan tidak menganggap ringan tantangan yang dihadapi petani. Terlebih, kondisi iklim saat ini memberikan tekanan terhadap sektor pertanian.

Namun, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan pemerintah untuk menjaga produksi tetap aman.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pompanisasi dan irigasi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan.

“Dan wajar (terjadi penurunan), karena ada kondisi iklim, tetapi dengan penurunan itu luar biasa kan ini iklim ekstrem El Nino Godzilla. Makanya kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah,” tegas Mentan.

Dia mengatakan pemerintah telah melakukan persiapan jauh sebelumnya untuk mengantisipasi dampak El Nino. Selain memastikan ketersediaan air melalui pompanisasi dan irigasi, pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas melalui teknologi budidaya.

“Nah sekarang El Nino dampaknya insya Allah kita mitigasi, kenapa? Kita sudah persiapan jauh sebelumnya. Satu pompanisasi, dua irigasi, tiga kita tingkatkan produksi dua kali lipat nih seperti ini (PM AAS/metode tanam baru), dari 5 ton (produksi padi per hektare) jadi 10 ton, 6 ton menjadi 11 ton. Kemudian ada benih yang tahan kekeringan,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Melawan Antroposentrisme, A...

Belarus Anggap BRICS Bukan Tandingan PBB

51 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Belarus Anggap BRICS Bukan ...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.