Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pamekasan Temukan Kejanggalan Pembelian BBM Subsidi, Ini yang Terjadi

📅 Senin, 07 Sep 2026, 00:12 WIB | Oleh:
Pemkab Pamekasan Temukan Kejanggalan Pembelian BBM Subsidi, Ini yang Terjadi Doc: Antara foto/HO-Pemkab Pamekasan
Ket. Tim gabungan dari Bagian Perekonomian, Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Kesehatan Pemkab Pamekasan saat melakukan pemantauan pembelian BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Pamekasan.

PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur menemukan adanya praktik pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah itu tidak sesuai ketentuan.

"Temuan ini, setelah kami melakukan pemantauan di sejumlah SPBU di Kabupaten Pamekasan dalam tiga hari terakhir ini," kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Pamekasan Sri Puji Harijani di Pamekasan, Minggu.

Ia menjelaskan, pada pemantauan yang dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan ditemukan adanya pembeli BBM yang menggunakan jeriken.

Menurut Sri, pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken dilarang, kecuali bagi pembeli yang telah mengantongi rekomendasi.

"Yang kami temukan saat pemantauan, pembeli BBM bersubsidi yang menggunakan jeriken itu tidak mengantongi rekomendasi," katanya.

Karena itu, sambung dia, pihaknya langsung memberikan tegoran secara langsung kepada pembeli dan petugas SPBU.

Terkait dengan temuan itu, Sri menyatakan, akan melaporkan kepada pihak Pertamina agar, sehingga para pihak yang melakukan pelanggaran bisa diberi sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kabag Perekonomian Pemkab Pamekasan Sri Puji Harijani lebih lanjut menjelaskan, pemantauan langsung terkait pembelian BBM bersubsidi itu dilakukan, sebagai bentuk respon atas keluhan masyarakat terkait antrean yang terjadi di hampir semua SPBU di Kabupaten Pamekasan dalam sebulan terakhir ini.

"Hasil temuan di lapangan menyebutkan, bahwa antrean kendaraan bermotor di berbagai SPBU di Pamekasan selama ini, dipicu adanya keterlambatan pasokan Pertamina pada awal September, ditambah lonjakan pemakaian pada akhir Agustus yang menyebabkan beberapa SPBU kehabisan kuota solar dan Pertalite hingga memicu panic buying," katanya.

Hal lain yang juga menjadi pemicu, karena adanya praktik pembelian yang tidak sesuai ketentuan.

"Misalnya ada sebagian petugas yang melayani pembelian pada warga yang membawa jeriken dalam ukuran kecil, seperti lima liter. Saat kami sidak, kami langsung meminta agar praktik itu juga dihentikan, karena hal itu yang juga menjadi pemicu terjadinya antrean panjang di SPBU," katanya, menjelaskan.

Sementara itu, selain di Kabupaten Pamekasan, pemantauan praktik pembelian BBM di SPBU juga dilakukan Pemkab Sampang, Bangkalan dan Sumenep.

Pemantauan akan dilakukan hingga situasi normal, dan tidak terjadi lagi antrean yang menyebabkan kelancaran arus lalu lintas terganggu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

James Gunn Bantah Rumor Milly Alcock Dipecat dari Peran Supergirl

56 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
James Gunn Bantah Rumor Mil...
Luar Negeri
Warga Norwegia Dilarang Min...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.