Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 09:47 WIB | Oleh: Lili LestariIa mendapat dukungan dari Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot, yang mengatakan bahwa kementeriannya akan berhenti menggunakan peta Mercator.
"Mengubah peta jelas tidak mengubah dunia. Tetapi mengoreksi representasi yang mendistorsinya sudah merupakan tindakan kebenaran," katanya.
Namun Yaryna Ferencevych, seorang perwakilan AS di PBB, mengatakan bahwa resolusi tersebut mengejek kerja dan tujuan Majelis Umum PBB.
"Alih-alih berfokus pada masalah nyata perdamaian internasional, kemakmuran, atau hubungan baik, badan ini malah memperdebatkan proyek peta dari abad ke-16, dan perannya dalam mempromosikan reparasi dan 'keadilan kognitif'," katanya.
Pada bulan Maret, AS juga menuai kritik ketika sebuah resolusi diadopsi yang menyatakan perdagangan budak translantik sebagai "kejahatan berat terhadap kemanusiaan".
"Kesalahan penggambaran Afrika pada peta dunia bukan hanya kesalahan kartografi - ini adalah masalah naratif," kata Lerato Mogoatlhe dari Africa No Filter, salah satu kelompok di balik kampanye untuk meninggalkan peta Mercator, kepada BBC.
Hal itu merupakan bagian dari upaya untuk menghentikan "misinformasi dan disinformasi terpanjang di dunia" tentang Afrika, katanya.
Bagi ahli geografi Kenya, Kioko Muendo, peta Mercator secara implisit telah meremehkan sumber daya, populasi, dan peluang investasi yang melimpah di benua Afrika.
"Peta bukan hanya sekadar panduan bagi para pelancong - peta membentuk bagaimana suatu wilayah dipandang secara politik dan ekonomi," katanya kepada BBC.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!