DKJ Gelar Pekan Komponis Indonesia 2026 di TIM, Dukung Perkembangan Musik Tanah Air
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 08:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bersama Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM) menyelenggarakan Pekan Komponis Indonesia (PKIna) 2026.
Langkah ini bertujuan untuk mempertemukan komponis, musisi, performer, akademisi hingga komunitas untuk memperluas pemahaman terhadap proses penciptaan hingga perkembangan musik Indonesia.
Ketua Harian Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Dewi Umaya Tachman menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mempertemukan berbagai praktik dan gagasan dalam perkembangan komposisi musik di Indonesia.
"Melalui tema 'Tala-Talu', kami ingin membuka ruang bagi publik untuk tidak hanya mendengarkan karya, tetapi juga memahami proses, gagasan, dan konteks yang membentuk praktik musik hari ini," ujar Dewi di Jakarta, Kamis.
Pada kesempatan yang sama komposer Gatot Danar mengatakan bahwa salah satu tema utama dalam gelaran ini adalah mendengarkan (listening) yang memiliki makna mengajak kembali pendengar untuk menikmati rangkaian program diawali dengan mendengar, memahami konteks.
Kemudian remapping upaya membaca kembali peta praktik komposisi musik Indonesia, mencakup hubungan antara tradisi, musik kontemporer, perkembangan generasi komponis, instrumen lokal, teknologi, hingga jejaring penciptaan.
Kemudian extending sebagai upaya memperluas penciptaan, pertunjukan, kolaborasi, teknologi, pengalaman ruang, dokumentasi, hingga distribusi pengetahuan musik.
Gelaran ini dihadirkan sebagai ekosistem interaksi yang merangkum penciptaan, pengetahuan, dokumentasi, dan refleksi.
Rangkaian acara meliputi konser komponis yakni ruang presentasi karya musik dengan berbagai format instrumentasi dan pendekatan artistik, mulai dari orkestra, instrumen musik lokal Nusantara, sumber bunyi elektronik, hingga bentuk ansambel.
Melalui penyelenggaraan yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta ini, DKJ dan UP PKJ TIM berharap dapat memperkuat ekosistem musik Indonesia serta memperluas pengalaman publik dalam menikmati dan memahami seni bunyi secara komprehensif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!