Berpotensi Sentuh Level Rp18.000 - 25 September 2029
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 07:57 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA – Penguatan ekspektasi pengetatan moneter Amerika Serikat (AS) berpotensi kembali mengangkat dollar AS dan menekan rupiah.
Di saat yang sama, lonjakan harga minyak mentah menambah tekanan melalui potensi pelebaran kebutuhan impor energi, sehingga ruang penguatan rupiah semakin terbatas di tengah tekanan eksternal yang berlapis.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat tekanan terhadap mata uang kawasan berpotensi terus berlanjut sehingga dapat menekan rupiah.
Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (25/9), bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 17.910-18.000 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (24/9), bergerak melemah 98 poin atau 0,55 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.916 rupiah per dollar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pelemahan rupiah terhadap dollar AS dipengaruhi Purchasing Managers’ Index (PMI) AS yang tumbuh kuat,” ujar Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa.
Dia menjelaskan sentimen global masih menjadi faktor utama yang menekan rupiah hari ini.
Dollar AS menguat setelah data Flash PMI AS September menunjukkan aktivitas bisnis tumbuh cukup kuat, dengan Composite PMI naik menjadi 58,4 dari 56,0 pada Agustus dan menjadi level tertinggi sejak Juli 2021.
Data tersebut menunjukkan momentum ekonomi AS masih solid, lanjutnya, sementara tekanan biaya dan inflasi juga masih persisten sehingga ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang relatif ketat tetap terjaga.
Kondisi ini dinilai membuat dollar AS dan aset berbasis dollar tetap menarik, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang emerging markets, termasuk rupiah.
Melihat sentimen domestik, sentimen berasal dari keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen dan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui optimalisasi berbagai instrumen moneter.
“Posisi cadangan devisa yang masih kuat di sekitar 146,5 miliar dollar AS juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu menjaga ketahanan eksternal,” ungkap Amru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!