Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konservasi Berbasis Adat Menguat, Aceh Andalkan Kearifan Lokal

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konservasi Berbasis Adat Menguat, Aceh Andalkan Kearifan Lokal Doc: ANTARA FOTO/Ampelsa
Ket. Kawasan hutan yang mulai dirabah pembalak liar di perbukitan Desa Lampanah Lengah, Seulimum, Aceh Besar, Aceh.

Lembaga Wali Nanggroe Aceh mendorong penguatan konservasi berbasis adat dengan membuat regulasi tersendiri sebagai upaya menjaga hutan dan keseimbangan alam di Aceh.

BANDA ACEH – Lembaga Wali Nanggroe Aceh mendorong penguatan konservasi berbasis adat dengan membuat regulasi tersendiri sebagai upaya menjaga hutan dan keseimbangan alam di Aceh.

"Aceh memiliki kekayaan sistem hukum yang mencakup hukum negara, hukum Islam dan hukum adat," kata Tuha Lapan Wali Nanggroe Aceh Abdul Malik Musa di Aceh Besar, Kamis (24/9).

Pernyataan itu disampaikan Abdul Malik Musa dalam dialog pemangku kepentingan dan uji publik Peraturan Wali Nanggroe Aceh tentang Konservasi Berbasis Adat di Aceh Besar.

Dialog tersebut dihadiri unsur pemerintah Aceh, pemangku adat, Imum (imam) mukim, akademisi, lembaga masyarakat, mitra konservasi serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Forum tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan Peraturan Wali Nanggroe Aceh yang diharapkan mampu memperkuat tata kelola konservasi melalui pendekatan adat di Aceh.

Abdul Malik mengatakan keberadaan hukum adat memiliki ruang dalam sistem hukum Indonesia dan perlu diperkuat dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Karena itu, penguatan kelembagaan adat, struktur, wilayah serta dukungan anggaran menjadi hal penting agar hukum adat dapat berjalan secara efektif.

"Pengelolaan hutan adat, juga dinilai perlu melibatkan mukim sebagai bagian penting dalam tata kelola wilayah dan sumber daya alam," ujar Abdul Malik.

Sementara itu, Asisten II Pemerintah Aceh T Robby Irza menyampaikan bahwa penyusunan Perwal konservasi berbasis adat ini tidak hanya diarahkan untuk menjaga hutan dan lingkungan, melainkan juga harus memberikan dampak terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Ia juga menyoroti akan pentingnya penanganan konflik manusia dengan satwa liar, termasuk gajah dan harimau, dengan pendekatan yang lebih preventif dan melibatkan masyarakat serta mitra konservasi.

"Konservasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki regulasi, tetapi masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya,” kata Robby.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan bahwa perlu mengubah pendekatan penanganan konflik satwa di Aceh, dari responsif menjadi preventif.

Menurut dia, konflik satwa yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Aceh perlu menjadi perhatian bersama, dan untuk penanganannya harus memperhatikan kondisi hulu, terutama kerusakan habitat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Siapa di Balik Aksi Rusuh P...
Nasional
Waspada El Nino! Pemerintah...
Daerah
Bukan Sekadar Lepas Tukik! ...
Olahraga
Pesan Agassi untuk Raducanu...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.