Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Lampung Selatan Punya Strategi Baru! Melon dan Anggur Bakal Dikembangkan Lewat BUMDes

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 05:27 WIB | Oleh:
Bupati Lampung Selatan Punya Strategi Baru! Melon dan Anggur Bakal Dikembangkan Lewat BUMDes Doc: Antara foto/HO-Kominfo Lamsel
Ket. Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama meninjau kebun budidaya melon dan anggur yang dikelola BUMDes Merak Berseri di Dusun Tanjung Waras, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Rabu (2/9).

LAMPUNG SELATAN - Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Radityo Egi Pratama mendorong pengembangan budidaya melon dan anggur berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai model pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan ekonomi desa yang dapat diterapkan di wilayah lainnya.

Dorongan tersebut disampaikan bupati saat mengunjungi kebun budidaya melon dan anggur yang dikelola BUMDes Merak Berseri di Dusun Tanjung Waras, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Rabu.

Ia menilai budidaya melon dan anggur yang dikembangkan BUMDes Merak Berseri memiliki nilai lebih karena tidak hanya berorientasi pada produksi pertanian, tetapi juga memadukan unsur pemberdayaan masyarakat dan wisata edukasi.

“Hari ini saya mengunjungi salah satu tokoh masyarakat yang memiliki inovasi luar biasa, khususnya di komoditas ketahanan pangan, wabil khusus buah anggur dan melon. Yang lebih hebat lagi, ini dipadukan dengan konsep pariwisata,” kata Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama, Rabu.

Menurut dia, pola tersebut dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan masyarakat secara lebih luas dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia di masing-masing desa.

Dia menjelaskan pengembangan dapat dimulai dari lingkungan terkecil, seperti rukun warga (RW), kemudian diperluas ke tingkat dusun, desa hingga kecamatan.

“Bagaimana konsep ini bisa diduplikasi dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa. Kita mulai dari RW dulu, kemudian dikembangkan menjadi dusun, desa hingga kecamatan. Ini bisa menjadi salah satu program unggulan, seperti yang sering kita sebut one village one product,” ujarnya.

Untuk mewujudkan replikasi program tersebut, Egi meminta pengelola budidaya memberikan pendampingan dan berbagi pengetahuan kepada masyarakat yang tertarik mengembangkan usaha serupa.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan yang telah berjalan perlu dijadikan contoh agar manfaat ekonomi dari potensi pertanian dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

“Nanti saya minta dibantu masyarakatnya, diajarkan kepada masyarakat yang lain. Kita buat model programnya seperti apa, yang terbaik seperti apa, kemudian kita duduk bersama dengan camat dan perangkat daerah terkait,” katanya.

Selain penguatan kapasitas masyarakat, pemerintah daerah juga akan mendorong terbentuknya pasar bagi hasil produksi petani sehingga usaha yang dikembangkan memiliki kepastian penyerapan.

Salah satu peluang pasar tersebut, kata Egi, adalah pemenuhan kebutuhan pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di sejumlah wilayah Lampung Selatan.

“Di sini sudah banyak SPPG. Kita tinggal melihat apa yang dibutuhkan SPPG di sekitar kita. Kalau kebutuhan itu bisa dipenuhi oleh masyarakat, maka hasil produksinya sudah memiliki pasar,” ujar dia.

Bupati juga melihat budidaya melon dan anggur tersebut berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Pengembangan kawasan secara terpadu dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
OPEC Proyeksikan Permintaan...
Luar Negeri
Bank of America Didenda $1,...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.