Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

InfraNexia dan Lintasarta Perkuat Koneksi Digital Sumatra-Batam dengan Teknologi DWDM

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 15:05 WIB | Oleh:
InfraNexia dan Lintasarta Perkuat Koneksi Digital Sumatra-Batam dengan Teknologi DWDM Doc: Telkom
Ket. PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) bersama PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) memperkuat kerja sama dalam pengembangan konektivitas digital berkapasitas tinggi di Indonesia. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui pemanfaatan layanan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada rute strategis Medan-Batam dan Padang-Batam.

JAKARTA - PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) bersama PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) memperkuat kerja sama dalam pengembangan konektivitas digital berkapasitas tinggi di Indonesia. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui pemanfaatan layanan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada rute strategis Medan-Batam dan Padang-Batam.

Kerja sama kedua perusahaan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan (BAK) yang berlangsung di sela Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8). Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur konektivitas yang menghubungkan wilayah Sumatra dengan Batam sebagai salah satu kawasan strategis dalam ekosistem digital.

Melalui kerja sama tersebut, InfraNexia dan Lintasarta mengoptimalkan layanan DWDM untuk menyediakan konektivitas dengan kapasitas yang lebih besar pada dua koridor tersebut. Teknologi DWDM memungkinkan beberapa jalur data berkecepatan tinggi ditransmisikan secara bersamaan melalui satu jaringan fiber optik sehingga dapat meningkatkan pemanfaatan kapasitas infrastruktur.

Kebutuhan terhadap konektivitas berkapasitas besar terus meningkat seiring berkembangnya layanan digital di berbagai sektor. Kebutuhan tersebut mencakup layanan korporasi, cloud, pusat data, hingga berbagai workload digital yang membutuhkan kapasitas tinggi, latensi yang andal, serta jaringan yang dapat dikembangkan sesuai pertumbuhan trafik.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan kolaborasi dengan Lintasarta merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pemanfaatan infrastruktur melalui pendekatan terbuka dan kolaboratif. Menurutnya, perkembangan ekonomi digital membutuhkan jaringan yang tidak hanya memiliki kapasitas besar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan.

"Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan jaringan yang tidak hanya mampu menyediakan kapasitas besar, tetapi juga dapat berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan. Melalui kolaborasi bersama Lintasarta, kami memperkuat koridor Medan–Batam dan Padang–Batam sebagai bagian dari fondasi konektivitas yang dapat mendukung ekspansi layanan, pertumbuhan trafik data, serta kebutuhan digital baru di masa depan," ujar Lukman.

Lukman menambahkan, kerja sama tersebut sekaligus menunjukkan posisi InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi yang mengedepankan prinsip open access dan neutral infrastructure. Dengan jaringan yang mencakup skala nasional, perusahaan membuka kesempatan bagi berbagai pelaku industri untuk memanfaatkan infrastruktur secara efisien berdasarkan kebutuhan kapasitas dan model layanan masing-masing.

Di sisi lain, Direktur Utama Lintasarta Armand Hermawan menilai konektivitas berkapasitas tinggi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung percepatan transformasi digital. Menurutnya, peningkatan kebutuhan terhadap layanan cloud, data center, dan berbagai workload berbasis teknologi membuat penguatan jaringan menjadi semakin penting.

"Kebutuhan terhadap layanan digital, cloud, data center, dan berbagai workload berbasis teknologi terus meningkat. Kolaborasi bersama InfraNexia melalui pemanfaatan layanan DWDM ini menjadi bagian dari upaya kami dalam memperkuat kapabilitas jaringan agar dapat terus mendukung kebutuhan transformasi digital pelanggan secara optimal," pungkas Armand.

Armand juga menilai kolaborasi dengan berbagai mitra dalam ekosistem digital memiliki peran penting untuk membangun fondasi infrastruktur yang berdaulat sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan industri. Bagi Lintasarta, penguatan konektivitas menjadi bagian dari pengembangan Lintasarta Intelligent Core sebagai fondasi layanan digital terintegrasi.

"Bagi Lintasarta, penguatan konektivitas merupakan bagian dari Lintasarta Intelligent Core, fondasi layanan digital terintegrasi yang kami kembangkan untuk menghadirkan konektivitas yang andal sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang," lanjut Armand.

Rute Medan-Batam dan Padang-Batam memiliki posisi strategis dalam menghubungkan konektivitas digital dari wilayah Sumatra menuju Batam. Penguatan pada kedua koridor tersebut diharapkan mampu mengakomodasi pertumbuhan trafik data sekaligus memberikan fleksibilitas jaringan yang lebih besar bagi pengembangan layanan digital.

Kerja sama InfraNexia dan Lintasarta juga menunjukkan pentingnya sinergi antarpelaku industri dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang semakin efisien dan berkelanjutan. Optimalisasi infrastruktur dan kapabilitas kedua perusahaan diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus memberikan nilai tambah terhadap perkembangan ekosistem digital Indonesia.

Sebagai salah satu pilar utama bisnis wholesale fiber connectivity TelkomGroup, InfraNexia akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai pelaku industri. Kolaborasi tersebut mencakup operator telekomunikasi, Internet Service Provider (ISP), Network Access Provider (NAP), pusat data, hyperscaler, serta berbagai pihak lain yang membutuhkan infrastruktur konektivitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...

Target vokasi nasional 2026

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Target vokasi nasional 2026
Megapolitan
Pameran imersif Purwacarita...
Advertisement
PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.