Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Amblesan Tanah Jakarta Makin Mengkhawatirkan, Eksploitasi Air Tanah Jadi Sorotan

6 Rabu, 02 Sep 2026, 19:10 WIB | Oleh:

"Kalau diambil melebihi potensinya, air tanah bisa terus berkurang," tutur Suhaimi.

Penurunan cadangan air tanah tidak hanya berpotensi menimbulkan persoalan ketersediaan air. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko amblesan tanah dan memicu dampak lanjutan, khususnya di kawasan pesisir yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi.

Persoalan lain yang perlu diperhatikan adalah keterbatasan data mengenai penggunaan air tanah. Idham Effendi, peneliti Groundwater Protection and Restoration Group University of Sheffield, Inggris, mengatakan pemodelan air tanah membutuhkan data pengambilan air yang akurat dari berbagai sektor.

"Data pengambilan air tanah masih sulit diketahui secara akurat," ungkap Idham.

Data yang dibutuhkan mencakup penggunaan air dari sumur produksi untuk industri, pertanian, maupun sumur masyarakat. Namun, data perizinan yang tersedia belum tentu menggambarkan kondisi penggunaan air tanah di lapangan secara menyeluruh karena masih terdapat sumur yang digunakan berbagai sektor tetapi belum tercatat.

Keterbatasan tersebut membuat kajian dan pemodelan kondisi air tanah menjadi kurang maksimal. Padahal, hasil pemodelan dibutuhkan untuk mengetahui kondisi cadangan sekaligus menentukan kebijakan pengambilan air yang sesuai dengan kemampuan akuifer.

Ketergantungan masyarakat terhadap air tanah juga masih menjadi tantangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dikutip Idham, lebih dari 60 persen masyarakat masih menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih, sementara cakupan akses air bersih melalui jaringan perpipaan pada 2023 disebut baru mencapai 21,8 persen.

Kondisi tersebut menciptakan persoalan yang saling berkaitan antara kebutuhan air bersih dan ancaman amblesan tanah. Ketika jaringan perpipaan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, air tanah menjadi pilihan yang relatif mudah diakses.

Jika pengambilan air tanah terus meningkat tanpa pengendalian, cadangan air dapat semakin tertekan dan risiko amblesan tanah ikut membesar. Karena itu, persoalan tersebut membutuhkan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada pembatasan penggunaan sumur.

Pemerintah juga perlu mempercepat penyediaan jaringan air perpipaan, meningkatkan akurasi data pengambilan air tanah, serta memastikan pemanfaatan air sesuai dengan daya dukung masing-masing akuifer. Langkah tersebut penting agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi tanpa memperbesar tekanan terhadap kondisi tanah Jakarta.

Ketika air tanah terus dipompa sementara proses pengisian kembali berlangsung jauh lebih lambat, dampaknya tidak hanya terlihat pada berkurangnya cadangan air. Dalam jangka panjang, permukaan tanah Jakarta juga berpotensi terus mengalami penurunan dan memperbesar ancaman bagi kawasan perkotaan maupun pesisir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Daerah
Cianjur Maksimalkan Persiap...
Luar Negeri
AS Sanksi Jaringan Armada B...
Daerah
Sumedang Kelabakan Kekering...
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.