Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Keandalan Layanan Penyeberangan Jawa–Bali, ASDP Perkuat Kapasitas Dermaga Gilimanuk

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Tingkatkan Keandalan Layanan Penyeberangan Jawa–Bali, ASDP Perkuat Kapasitas Dermaga Gilimanuk Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kesiapan infrastruktur penyeberangan pada lintasan strategis Jawa–Bali melalui peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Pengembangan ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan kapasitas, fleksibilitas operasional, serta keandalan layanan dalam mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan layanan penyeberangan dapat terus berkembang sejalan dengan kebutuhan transportasi dan logistik antarpulau.

“Peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dari 30 ton menjadi 50 ton merupakan bagian dari investasi jangka panjang ASDP dalam memperkuat keandalan layanan Jawa–Bali. Dengan kapasitas infrastruktur yang semakin memadai, kami ingin menciptakan fleksibilitas operasional yang lebih baik, mempercepat proses pelayanan kendaraan, serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Heru.

Penguatan Dermaga 2 Gilimanuk dilakukan secara terintegrasi dengan pengembangan Dermaga Ponton Ketapang, Banyuwangi, yang tengah ditingkatkan menjadi Moveable Bridge (MB) permanen berkapasitas 50 ton.

Kesetaraan kapasitas di kedua sisi diharapkan dapat memberikan alternatif operasional yang lebih luas sekaligus mendukung pengaturan arus kendaraan secara lebih efektif antara Jawa dan Bali.

Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya ASDP meningkatkan resilience atau ketahanan operasional lintasan Ketapang–Gilimanuk. Dengan bertambahnya infrastruktur yang mampu melayani kendaraan berkapasitas besar, ketergantungan terhadap titik layanan tertentu dapat dikurangi sehingga pengaturan kapal dan kendaraan dapat dilakukan dengan lebih fleksibel sesuai kondisi operasional dan trafik.

Saat ini, pelayanan kendaraan logistik berkapasitas besar antara lain didukung melalui Dermaga MB 4 dan LCM. Ke depan, peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dan pengembangan MB permanen di Ketapang akan memperluas pilihan operasional, terutama dalam menghadapi peningkatan trafik maupun periode puncak mobilitas.

Untuk mendukung proses penguatan infrastruktur tersebut, pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk telah berlangsung sejak 21 Agustus 2026.

Selama pekerjaan berlangsung, ASDP bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait melakukan penyesuaian pola operasi untuk menjaga kesinambungan pelayanan penyeberangan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa pengaturan operasional dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi trafik, kesiapan dermaga dan kapal, serta kondisi cuaca dan perairan. Saat ini sebanyak 26 kapal mendukung pelayanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Kami terus berkoordinasi dengan regulator, kepolisian, dan stakeholder terkait untuk mengoptimalkan pola operasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pengaturan trafik juga dilakukan pada area pelabuhan dan akses menuju pelabuhan, termasuk pemanfaatan area Bulusan sebagai buffer zone apabila diperlukan,” jelas Media.

Dalam beberapa hari terakhir, trafik kendaraan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk menunjukkan pola yang dinamis. Selain volume kendaraan yang bergerak secara fluktuatif, kondisi arus laut juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses sandar kapal serta bongkar-muat kendaraan.

Penyesuaian operasional dilakukan dengan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. ASDP bersama regulator dan kepolisian terus melakukan pengaturan dan pemantauan trafik, optimalisasi pola operasi kapal, serta pemanfaatan buffer zone untuk membantu menjaga kelancaran arus kendaraan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Dua Daerah yang Mengalami I...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Dugaan Korupsi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unila dan Unsoed

Dugaan Korupsi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unila dan Unsoed

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Menanti Arah The Fed - 1 September 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.