Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Diminta Terintegrasi ke Rantai Ekonomi Nasional, Ini Strategi Pemerintah di 2027

📅 Senin, 31 Agu 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
UMKM Diminta Terintegrasi ke Rantai Ekonomi Nasional, Ini Strategi Pemerintah di 2027 Doc: Antara
Ket. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty saat memimpin rapat di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8).

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty meminta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memastikan sektor UMKM semakin terintegrasi ke dalam rantai perekonomian nasional melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.

Menurut Evita, penguatan UMKM tersebut sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, memperkuat pembangunan dari desa, pemerataan ekonomi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing nasional.

"Setiap alokasi anggaran memiliki keterkaitan yang jelas dengan target kinerja program prioritas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Evita saat rapat bersama Kementerian UMKM dan Kementerian Pariwisata di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8).

Ia menilai kebijakan anggaran untuk sektor UMKM perlu diarahkan pada penguatan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas dan produktivitas, perluasan pasar, serta percepatan digitalisasi.

Selain UMKM, Evita meminta Kementerian Pariwisata mengarahkan anggaran 2027 untuk meningkatkan kualitas destinasi, pelayanan, konektivitas, dan daya saing pariwisata sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Menurut dia, UMKM dan pariwisata memiliki peran strategis karena tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperluas pemerataan pendapatan, dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Karena itu, Evita meminta kedua kementerian menjelaskan program yang mengalami peningkatan maupun penurunan anggaran serta dampaknya terhadap target yang akan dicapai pada 2027.

"Kita berharap tentunya rencana kerja dan anggaran tahun 2027 yang telah disusun oleh masing-masing kementerian dapat selaras dengan rencana kerja pemerintah atau RKP tahun 2027 sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan di sektor pariwisata dan UMKM," ujarnya.

Pemberdayaan UMKM

Menanggapi hal tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah tengah berupaya menyinergikan program pemberdayaan dan pelayanan UMKM yang selama ini tersebar di berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

"Melalui program Prokesra (Pro Kesejahteraan Rakyat), kami sudah mengonsolidasikan kurang lebih hampir sekitar 20 kementerian lembaga terkait sinergi dan integrasi program UMKM," kata Maman di Jakarta, Senin.

Menurut Maman, pelayanan dan pemberdayaan UMKM menghadapi tantangan karena programnya tersebar di tingkat kementerian, lembaga, provinsi hingga kabupaten/kota.

"Artinya yang menjadi salah satu tantangan kita adalah bagaimana kita bisa menyinergikan, mengonsolidasikan dan mengintegrasikan program-program yang tersebar di seluruh kementerian, provinsi dan kabupaten-kota itu bisa terintegrasi secara baik," ujarnya.

Ia mengatakan Kementerian UMKM telah mengonsolidasikan sejumlah program dengan instansi terkait melalui kerja sama untuk mempermudah akses pelaku UMKM terhadap berbagai layanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

31 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.