Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lifting Digenjot, Ambisi Minyak Nasional Makin Besar

📅 Senin, 31 Agu 2026, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lifting Digenjot, Ambisi Minyak Nasional Makin Besar Doc: ANTARA/ Humas SKK Migas.
Ket. Ilustrasi - Pengeboran minyak lepas pantai Natuna.

JAKARTA – Target lifting minyak yang lebih tinggi pada tahun depan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan ketergantungan pada impor.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan lifting minyak sekitar 610 ribu barel per hari, melanjutkan tren peningkatan setelah realisasi 2025 mencapai sekitar 605,3 ribu barel per hari.

Namun, target tersebut bukan perkara mudah karena produksi lapangan tua menghadapi natural decline.

Karena itu, optimalisasi sumur eksisting dan percepatan pengembangan sumur baru menjadi kunci agar kenaikan target lifting tidak berhenti sebagai ambisi di atas kertas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan lifting minyak bumi naik menjadi 612.500 barel per hari pada 2027, dari target 610 ribu barel per hari pada 2026.

“Kami sepakati (target lifting minyak) menjadi 612.500 barel per hari,” ujar Bahlil ketika dijumpai setelah Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8).

Pada 2027, tutur Bahlil, akan ada penambahan sumur minyak di beberapa wilayah. Salah satunya adalah sumur minyak di wilayah Madura yang akan digarap oleh Petronas, perusahaan minyak, gas, dan energi nasional milik pemerintah Malaysia.

Selain itu, lanjut Bahlil, akan ada penambahan produksi minyak dari sumur-sumur yang menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

“Terus ada juga beberapa potensi penambahan sumur kita yang ada di Sumatera. Saya pikir, insyaallah doakan saja mudah-mudahan nggak ada masalah di sektor listrik atau pipa,” kata Bahlil.

Sementara itu, Bahlil menyampaikan target lifting minyak untuk 2026 sebesar 610 ribu barel per hari belum tercapai akibat berbagai kendala.

Salah satu kendala adalah penurunan produksi minyak secara alamiah atau natural decline di Blok Cepu yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Di Cepu yang tadinya puncak produksinya di 185 ribu barel per hari, dia turun menjadi 140 ribu barel per hari,” kata Bahlil.

Kendala juga terjadi di Blok Rokan yang berupa kebocoran jaringan pipa penyalur gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI), serta kendala sistem kelistrikan yang juga berdampak terhadap produksi blok tersebut.

“Sehingga kita kehilangan kurang lebih sekitar 4–5 juta barel. Itu kemudian membuat target terhadap lifting di 2026 itu masih belum tercapai di 610 ribu barel per hari,” kata Bahlil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Bulu Tangkis Beregu Putra-putri ke Semifinal

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bulu Tangkis Beregu Putra-p...
Nasional
BMKG Jayapura Catat 1.862 T...
Nasional
Puncak Peringatan HUT Ke-81...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.