Perluas Promosi Budaya, Festival Sangiang Api Didorong Masuk Kalender Event Nusantara
📅 Senin, 31 Agu 2026, 06:37 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ant
BIMA – Untuk memperluas promosi budaya dan potensi wisata bahari daerah, Festival Sangiang Api di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima didorong masuk Kharisma Event Nusantara (KEN).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Muhamad Akbar mengatakan Festival Sangiang Api memiliki potensi dikembangkan menjadi agenda wisata unggulan karena memadukan atraksi budaya, tradisi bahari, sejarah, dan potensi wisata Pulau Sangiang.
“Festival ini memiliki potensi. Pemerintah daerah akan terus mendorong dan mengupayakan agar ke depan Festival Sangiang Api dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN),” katanya saat membuka Festival Sangiang Api 2026, Minggu.
Menurut Akbar, upaya menjadikan festival tersebut sebagai kegiatan pariwisata berskala nasional membutuhkan persiapan secara konsisten, mulai dari penguatan konsep, atraksi budaya, kalender kegiatan, pengelolaan acara hingga promosi.
Tentunya diperlukan persiapan dan pengembangan yang konsisten agar festival ini semakin berkualitas dan memiliki daya tarik yang kuat,” ujarnya.
Salah satu atraksi utama Festival Sangiang Api adalah lomba sampan layar yang menjadi bagian dari tradisi bahari masyarakat setempat. Lomba tersebut menempuh jarak sekitar 7 mil atau setara 12 kilometer dari wilayah Pulau Sangiang menuju Desa Sangiang di daratan.
Puluhan sampan mengikuti lomba dengan mengambil garis start di wilayah Pulau Sangiang dan bergerak menuju Sangiang Darat. Atraksi tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat mempertahankan tradisi bahari yang diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa Sangiang Arasid Imran mengatakan festival tersebut diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghadirkan kegiatan budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Harapan kami, Festival Sangiang Api ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan budaya dan potensi wisata Sangiang, serta membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata,” ujarnya.
Arasid mengatakan lomba sampan layar merupakan bagian dari identitas masyarakat pesisir Sangiang yang perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia mengatakan, Festival Sangiang Api pertama kali digelar pada 2014 oleh kelompok pemuda yang menginisiasi lomba perahu layar di tingkat desa. Sejak 2018, kegiatan tersebut dikembangkan lebih serius sebagai agenda tahunan dalam kalender kegiatan Kabupaten Bima.
Festival Sangiang Api 2026 dikemas dengan memadukan festival budaya, wisata, sejarah, dan edukasi. Selain lomba sampan layar, rangkaian kegiatan meliputi lomba dayung sampan, pertunjukan seni dan budaya, pameran tenun khas Sangiang, demonstrasi pembuatan kapal tradisional, bazar UMKM, festival kuliner lokal, pertunjukan musik tradisional, serta kegiatan edukatif.
Menurut Arasid, festival juga menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah Pulau Sangiang, termasuk perjalanan masyarakat setelah erupsi Gunung Sangiang Api, budaya maritim, tradisi pembuatan kapal kayu, tenun khas Sangiang, dan cerita rakyat.
“Festival Sangiang Api bukan hanya tentang laut dan budaya, tetapi juga tentang sejarah dan kearifan lokal masyarakat Sangiang yang terus dijaga,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!