Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Kaltim Dapat Pendampingan Baru, Teknik Budi Daya Cabai Ramah Lingkungan Jadi Andalan

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 04:17 WIB | Oleh:
Petani Kaltim Dapat Pendampingan Baru, Teknik Budi Daya Cabai Ramah Lingkungan Jadi Andalan Doc: Antara foto
Ket. Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Fahmi Himawan.

SAMARINDA - Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur mendampingi petani menerapkan teknik budi daya cabai ramah lingkungan guna meningkatkan kualitas panen serta daya saing produk lokal.

"Pendampingan teknik budi daya ramah lingkungan ini penting untuk menjaga kesuburan tanah serta menekan ketergantungan petani kepada pupuk kimia," kata Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Senin (21/9).

Program penguatan kapasitas kelompok tani hortikultura tersebut difokuskan pada adopsi prinsip Pengendalian Hama Terpadu serta pemanfaatan pupuk hayati organik berkualitas.

Pihaknya mengoptimalkan peran tim penyuluh lapangan untuk memberikan bimbingan secara intensif kepada para petani meracik pestisida nabati dan agen hayati guna mengendalikan serangan hama gurem serta penyakit patek.

"Penggunaan agen hayati terbukti efektif menekan populasi hama tanpa merusak ekosistem lahan maupun meninggalkan residu kimia berbahaya pada buah," ujar Fahmi.

Selain menekan dampak pencemaran lingkungan, penerapan metode hortikultura hijau ini mampu memangkas biaya operasional kegiatan produksi tanaman cabai secara efisien.

Para petani diajak menanam vegetasi tanaman refugia di sekitar areal pertanaman sebagai benteng alami penarik serangga pembasmi hama tanaman cabai.

"Sistem budidaya berkelanjutan ini juga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap ancaman perubahan iklim dan fluktuasi cuaca ekstrem di daerah," tutur Fahmi.

Edukasi kesehatan tanaman hortikultura tersebut menyasar sejumlah sentra produksi cabai unggulan yang tersebar di wilayah Kutai Kartanegara, Paser dan Berau.

Dinas Pangan Kaltim turut memfasilitasi bantuan sarana produksi pertanian berupa bibit unggul, pupuk hayati, serta peralatan pengolahan tanah ramah lingkungan.

"Peningkatan mutu dan keamanan pangan produk cabai lokal menjadi kunci utama untuk menembus pasar ritel modern serta pasar ekspor nasional," kata Fahmi.

Pemerintah daerah optimistis kelancaran pasokan cabai ramah lingkungan mampu menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi daerah secara signifikan.

Sinergi bersama kelompok tani dan asosiasi hortikultura akan terus diperkuat demi memperluas cakupan pendampingan teknis program pertanian hijau secara merata.

"Kami berkomitmen mendampingi petani secara konsisten agar transformasi pertanian ramah lingkungan dapat terwujud secara berkelanjutan di Kalimantan Timur," ucap Fahmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Bandara Riyadh Kembali Dise...
Olahraga
MotoGP Mandalika 2026 Cetak...
Ekonomi
Pasar Cermati Defisit APBN ...
Nasional
Bisnis Makin Lintas Batas, ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.