Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Empat Polisi Dipecat dari Polri di Solok Selatan, Ini Alasan di Baliknya

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 03:47 WIB | Oleh:
Empat Polisi Dipecat dari Polri di Solok Selatan, Ini Alasan di Baliknya Doc: Antara foto
Ket. Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi memimpin upacara pemberhentian empat personel karena melanggar disiplin dan kode etik, di Padang Aro, Solok Selatan, Sumbar, Senin (21/9).

SOLOK - Sebanyak empat orang personel kepolisian di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian.

Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, di Padang Aro, Senin (21/9), mengatakan empat personel yang diberhentikan itu terdiri dari dua personel berpangkat Bripda berinisial (A) dan (S), satu personel berpangkat Brigadir berinisial (FAP), serta satu personel berpangkat Bripka berinisial (MS).

"Ini merupakan wujud komitmen pimpinan Polri dalam menegakkan disiplin dan kode etik profesi, sekaligus memberikan sanksi tegas terhadap personel yang melakukan pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Keputusan PTDH ini diberikan kepada empat personel yang melakukan pelanggaran disiplin, sebagaimana dimaksud dalam Surat Petikan Keputusan Kapolda Sumbar dan seluruh prosesnya telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur," katanya pula.

Dalam pelaksanaan upacara, empat personel yang dikenakan PTDH tidak hadir secara langsung. Kehadiran mereka diwakili dengan menggunakan foto masing-masing, meski demikian rangkaian upacara tetap berlangsung dengan khidmat dan tertib.

Ia menegaskan bahwa pemberian sanksi tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan aturan dan pembinaan disiplin di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dia mengungkapkan bahwa pelaksanaan upacara PTDH bukanlah hal yang mudah secara emosional.

Sebagai sesama manusia ia merasa berat dan sedih, karena keputusan tersebut tidak hanya berdampak kepada personel yang bersangkutan, tetapi juga kepada keluarga besar mereka.

Ia menekankan, setiap personel Polri memiliki tanggung jawab untuk mematuhi peraturan, menjaga integritas, serta menjalankan tugas sesuai dengan sumpah dan kode etik profesi.

Dia berharap agar upacara PTDH tidak kembali terjadi di lingkungan Polres Solok Selatan pada masa mendatang.

Seluruh personel katanya, agar mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Polri.

"Upacara PTDH ini menjadi pengingat bagi seluruh personel Polres Solok Selatan tentang pentingnya menjaga kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," ujarnya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.