Di Tengah Modernisasi, Ruwat Bumi Tangerang Tetap Dipertahankan, Ini Alasannya
📅 Selasa, 22 Sep 2026, 03:38 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoTANGERANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Provinsi Banten, menilai kegiatan "Kirab Budaya & Ruwat Bumi" salah satu bentuk pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang memiliki nilai historis, sosial dan edukatif bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan, di Tangerang, Senin (21/9), mengatakan kegiatan yang digelar dalam rangka Peringatan Sejit Yang Mulia Suci Kongco Tjie Thien Ta Sen dan HUT Ke-43 Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio, akan dilaksanakan pada 27 September 2026 mendatang.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta meningkatkan kebersamaan warga. Kami sangat mendukungnya," kata Boyke.
Menurutnya, Kirab Budaya dan Ruwat Bumi menjadi momentum penting dalam memperkaya khazanah seni budaya lokal serta memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
"Pemkot Tangerang sangat mendukung gelaran ini sebagai wujud nyata pelestarian tradisi multikultural yang hidup harmoni di Kota Tangerang. Selain menjadi sarana edukasi kebudayaan bagi generasi muda, event ini juga menjadi magnet pariwisata yang mempererat kebersamaan seluruh elemen warga," katanya lagi.
Ketua penyelenggara Fiter Lie menjelaskan, perhelatan tahunan ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur dan ritual tradisi, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi serta merawat toleransi antarumat beragama di Kota Tangerang.
"Melalui Kirab Budaya dan Ruwat ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan kearifan lokal sekaligus mendoakan keberkahan, keselamatan dan kedamaian bagi Kota Tangerang dan sekitarnya," ujar Fiter.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026 ini dipusatkan di kawasan Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio di Pintu Air Timur, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, dari pukul 10.00 WIB hingga selesai.
"Guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026, arus lalu lintas di sekitar rute perlintasan akan dikondisikan dan dialihkan melalui koordinasi bersama Dinas Perhubungan Kota Tangerang dan Kepolisian," katanya pula.
Rangkaian pawai dan pertunjukan seni budaya tersebut dijadwalkan melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Tangerang, dimulai dari Jalan Bouraq, Jalan TMP Taruna, Jalan Satria Sudirman, Jalan Dewi Sartika, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan KS Tubun kembali ke Jalan Daan Mogot, lalu ke Jalan Bouraq.
"Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk dapat menggunakan rute alternatif lain selama kegiatan berlangsung. Kami bersama Pemkot Tangerang memohon maaf atas ketidaknyamanan selama kegiatan berlangsung," kata dia lagi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!