Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentingnya Peran Ayah, Kemenkes Inisiasi Gerakan Keayahan, Dukung Program 1.000 HPK Anak

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pentingnya Peran Ayah, Kemenkes Inisiasi Gerakan Keayahan, Dukung Program 1.000 HPK Anak Doc: Kemenkes
Ket. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono berinteraksi dengan perempuan dan bayi.

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, pihaknya menginisiasi Gerakan Keayahan sebagai pendukung utama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), mengingat peran ayah penting dalam membentuk kualitas fisik dan kecerdasan sejak anak dalam kandungan.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam keterangan di Jakarta, Minggu mengatakan, guna menekan angka stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, pemerintah menetapkan empat intervensi kunci dalam Program 1.000 HPK, yakni sebelum kehamilan; masa kehamilan, persalinan, dan bayi baru lahir; periode baduta; dan penguatan layanan kesehatan.

Namun, katanya, program ini tidak akan sukses tanpa dukungan keluarga yang solid. Dia pun menggaungkan pentingnya Fatherhood Movement (Gerakan Keayahan) sebagai pendukung utama 1.000 HPK.

"Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun. Oleh karena itu, investasi early years ini sangat penting. Kita juga menginisiasi gerakan Fatherhood Movement agar ayah terlibat aktif dalam pemenuhan kesehatan anak. Kalau dulu kita kenal Suami Siaga saat persalinan, nanti di 1.000 HPK juga ada Ayah Siaga supaya anak-anaknya tumbuh sehat," ujarnya.

Fokus program 1.000 HPK tersebut adalah mencegah stunting, menurunkan kematian Ibu dan bayi, serta memastikan tumbuh kembang anak optimal. untuk itu keberhasilan 1.000 HPK perlu dipersiapkan sejak remaja, calon pengantin,dan pasangan usia subur (PUS).

Menurutnya, pemenuhan kesehatan dan gizi anak bukan lagi sekadar urusan para ibu.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan, juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor yang dilakukan pemerintah ibarat botol dan tutupnya harus klop dan pas dengan implementasi di tingkat rumah tangga.

"Kualitas pendidikan dan kesehatan sangat bergantung pada fondasi keluarga. Terkadang orang tua sibuk, anak juga sibuk. Maka yang terpenting adalah membangun quality time (waktu berkualitas) antara bapak, ibu, dan anak. Kembalikan lagi kebiasaan makan masakan rumah, bukan makanan instan, sebagai fondasi hidup sehat yang kuat," kata Veronica.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Kim Jong Un Pecat Menteri P...
Advertisement
3 Tradisi Kabupaten Solok Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

3 Tradisi Kabupaten Solok Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

30 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.