Hampir 3.000 Orang Masih Hilang dalam Banjir Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 676
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 20:49 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSedikitnya 18 sekolah hancur dan 20 lainnya mengalami kerusakan. UNICEF memperkirakan sekitar 10.000 anak usia sekolah terdampak bencana tersebut.
Menteri Keuangan Nepal Swarnim Wagle mengatakan biaya pembangunan kembali diperkirakan dapat mencapai 5 miliar dolar AS. Namun, ia menegaskan angka tersebut masih berupa perkiraan karena proses pendataan kerusakan dan kerugian masih berlangsung.
"Itu baru perkiraan. Kerusakan dan kerugian masih sedang dinilai," kata Wagle kepada Reuters.
Di tengah proses pencarian, para penyintas juga menghadapi kehilangan anggota keluarga dan tempat tinggal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sangke Dolma Tamang, 61 tahun, warga Distrik Rasuwa, mengatakan suaminya terseret arus ketika keluarganya berusaha menyelamatkan diri dari banjir. Rumah dan desanya juga hancur, sementara putranya masih belum ditemukan.
"Banjir telah merenggut semua yang saya miliki," kata Tamang.
Risiko Banjir Susulan
Sebaiknya Anda baca juga:
Ancaman bencana susulan masih menjadi perhatian di kawasan perbatasan Nepal-Tibet. Sebuah danau terbentuk setelah material akibat runtuhnya gletser membendung aliran sungai.
Otoritas Tiongkok mengatakan risiko jebolnya danau tersebut mulai menurun setelah permukaan air berangsur menyusut. Citra satelit menunjukkan luas permukaan danau sekitar 99.000 meter persegi, berkurang sekitar 21.000 meter persegi dibandingkan pengamatan sebelumnya.
Namun, otoritas dan para ahli tetap memperingatkan potensi bencana sekunder di lembah tersebut.
Banjir mematikan di kawasan perbatasan Nepal-Tibet diduga berkaitan dengan runtuhnya gletser di wilayah pegunungan. Peristiwa tersebut disebut terdeteksi sebagai aktivitas seismik berkekuatan 5,2.
India juga meningkatkan pemantauan terhadap gletser dan danau glasial di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan Nepal dan Tiongkok. Pemerintah Negara Bagian Uttarakhand mengatakan wilayah tersebut memiliki 1.266 danau glasial yang perlu dipantau.
Operasi pencarian korban di Nepal dan Tibet masih berlangsung, sementara pemerintah Nepal bersiap menghadapi kebutuhan pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!