Pemkot Bandung: Harga Pangan Relatif Aman
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 16:52 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kondisi pasokan pangan secara umum masih aman. Namun, kenaikan harga daging ayam menjadi perhatian serius karena komoditas tersebut merupakan salah satu sumber protein utama bagi masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan dari sejumlah bahan pangan yang dipantau, daging ayam menjadi komoditas yang mengalami persoalan harga paling menonjol. Saat ini, harga daging ayam bahkan telah menembus lebih dari Rp40.000 per kilogram.
“Yang bermasalah saat ini harus diakui adalah harga daging ayam. Daging ayam ini penting karena daging ayam adalah sumber protein kedua terbesar untuk warga Kota Bandung setelah telur ayam,” ujar Wali Kota Farhan saat ditemui di Kelurahan Antapani Tengah, Kamis (27/8).
Wali Kota Farhan menyebut harga telur ayam hingga kini masih dapat terjaga dengan baik. Sedangkan kenaikan harga daging ayam diduga berkaitan dengan persoalan distribusi di tingkat hulu.
Untuk memastikan penyebabnya, Wali Kota Farhan telah menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung melacak rantai pasok daging ayam.
“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk melacak kenapa daging ayam bisa naik sampai di atas harga Rp40.000,” kata dia.
Menurut Wali Kota Farhan kenaikan harga ayam mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Warga yang sebelumnya dapat mengonsumsi ayam setiap hari kini terpaksa mengurangi frekuensi pembelian.
“Kelihatan banyak yang mengangguk-angguk di sini karena tiba-tiba yang biasanya tiap hari bisa makan ayam, sekarang seminggu tiga kali. Jadi kita akan upayakan supaya ayam bisa terjangkau lagi harganya,” ujar dia.
Pada komoditas yang lain, Wali Kota Farhan memastikan ketersediaan beras masih aman. Ia mengingatkan bahwa kondisi stok beras perlu dilihat secara keseluruhan, termasuk pasokan yang dijamin melalui Bulog.
Menurut dia, Bulog memiliki tanggung jawab terhadap sekitar 30 persen distribusi beras. Pasokan tersebut dipastikan dapat diakses oleh masyarakat Kota Bandung.
“Sekitar 30 persen beras ini dijamin oleh Bulog akan bisa didapatkan untuk semua warga Kota Bandung. Tetapi jangan memilih kualitasnya. Kalau mau memilih kualitasnya, ikut mekanisme pasar,” tutur Wali Kota Farhan.
Ia menjelaskan, masyarakat yang menginginkan beras dengan kualitas tertentu harus mengikuti mekanisme pasar karena tidak seluruh jenis beras berada dalam skema distribusi yang dijamin Bulog.
Selain beras, pasokan pangan Kota Bandung juga berasal dari berbagai daerah di luar kota. Wali Kota Farhan menyebut terdapat sekitar 16 provinsi yang menjadi pemasok kebutuhan pangan masyarakat Kota Bandung.
“Pasokan-pasokan lainnya dari luar kota ada 16 provinsi yang memasok ke Kota Bandung, yang sekarang agak tersendat hanya masalah daging ayam saja,” kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!