Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Unik Dieng Culture Festival 2026, 13 Anak Rambut Gimbal Jalani Ruwatan

3 Sabtu, 29 Agu 2026, 15:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tradisi Unik Dieng Culture Festival 2026, 13 Anak Rambut Gimbal Jalani Ruwatan Tradisi Unik Dieng Culture Festival 2026, 13 Anak Rambut Gimbal Jalani Ruwatan Doc: Antara
Ket. Prosesi ruwatan anak berambut gimbal dalam kegiatan Dieng Culture Festival (DCF) 2026 di pelataran Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/8).

Banjarnegara - Sebanyak 13 anak berambut gimbal (dreadlocks) mengikuti prosesi ruwatan dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2026 di kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (28/8).

Prosesi diawali dengan kirab 13 anak tersebut dari halaman rumah sesepuh adat Dieng menuju kompleks Candi Arjuna. Setibanya di pelataran candi, mereka menjalani prosesi jamasan yang dipimpin Bupati Banjarnegara Amalia Desiana.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pemotongan rambut gimbal yang dipimpin sesepuh adat Dieng Mbah Sumanto. Sejumlah tamu undangan turut bergantian memotong rambut masing-masing anak.

Sebelum rambut dipotong, setiap anak menyampaikan permintaan tertentu yang menjadi bagian dari tradisi ruwatan. Permintaan tersebut beragam, mulai dari kalkun, kambing, sepeda, hingga laptop.

Panitia Ruwatan Anak Berambut Gimbal Chaerudin mengatakan tradisi pencukuran rambut gimbal telah dilakukan masyarakat Dieng secara turun-temurun dan menjadi bagian dari DCF sejak pelaksanaan ke-16.

Menurut dia, berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, anak yang rambutnya akan tumbuh gimbal biasanya mengalami demam tinggi selama dua hingga tiga hari. Setelah itu, rambut mulai tumbuh menggimbal.

“Kalau permintaannya sudah dikabulkan, baru rambutnya bisa dipotong. Kalau belum, rambut tetap bisa dipotong, tetapi dipercaya akan tumbuh gimbal lagi dan anak bisa kembali sakit,” kata Chaerudin yang juga menjadi pembawa acara ruwatan.

Setelah dipotong, rambut gimbal tersebut kemudian dilarung ke Telaga Balai Kambang yang berada tidak jauh dari kompleks Candi Arjuna.

Rangkaian ruwatan ditutup dengan tradisi Ngalap Berkah berupa makan bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakat, pejabat, wisatawan domestik, hingga wisatawan mancanegara turut mengikuti tradisi tersebut.

Chaerudin mengatakan ruwatan anak berambut gimbal menjadi salah satu daya tarik utama DCF karena mempertahankan tradisi masyarakat Dieng sekaligus memperkenalkannya kepada wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui sambutan tertulis yang dibacakan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Agus Widiatmoko pada pembukaan DCF 2026 di Desa Dieng Kulon, Jumat (28/8), mengingatkan agar masyarakat tetap menjadi pemilik utama tradisi tersebut.

“Jangan sampai nilai budaya dikorbankan dengan kepentingan ekonomi,” katanya.

Menurut Fadli, ruwatan rambut gimbal merupakan tradisi lintas generasi yang mengandung nilai spiritual, penghormatan kepada leluhur, gotong royong, serta hubungan manusia dengan alam.

Tradisi tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2016.

Ia menegaskan tradisi ruwatan harus tetap menjadi living tradition, dengan masyarakat sebagai pemilik, pelaku, pengelola, sekaligus penerima manfaat utama.

Fadli juga mendorong regenerasi pengetahuan budaya kepada generasi muda agar tradisi masyarakat Dieng tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya   

Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.