Hampir 3.000 Orang Masih Hilang dalam Banjir Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 676
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 20:49 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SNEPAL — Operasi pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang di kawasan Himalaya yang berbatasan dengan Nepal dan Tibet memasuki hari keempat. Hampir 3.000 orang masih dilaporkan hilang, sementara jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 676 orang.
Dari The Guardian, otoritas Nepal pada Sabtu (29/8) melaporkan 2.426 orang masih hilang di wilayahnya. Sementara itu, Xinhua melaporkan 554 orang belum ditemukan di Tibet.
Di Nepal, jumlah korban tewas meningkat menjadi 669 orang. Tujuh orang lainnya dipastikan meninggal dunia di Tibet, sehingga total korban tewas yang dilaporkan di kedua wilayah mencapai 676 orang.
Lebih dari 3.700 orang telah berhasil dievakuasi di Nepal. Namun, sekitar 93.000 orang terdampak bencana tersebut, menurut Palang Merah.
Pemerintah Nepal meminta bantuan khusus dan terspesialisasi dari negara-negara tetangga untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan. Bantuan yang dibutuhkan antara lain peralatan untuk membuka terowongan yang tertutup material lumpur, teknologi untuk mendeteksi korban yang masih hidup, analisis forensik dan DNA, serta fasilitas penyimpanan jenazah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 11 personel teknis dari India telah dimobilisasi untuk membantu operasi penyelamatan di terowongan. Tim penyelamat terowongan dari Tiongkok juga diharapkan segera tiba.
Pencarian di Terowongan
Operasi pencarian juga difokuskan pada sebuah terowongan pembangkit listrik tenaga air di Distrik Rasuwa, Nepal. Terowongan tersebut dipenuhi lumpur dan diduga masih terdapat orang yang terjebak di dalamnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 82 personel dari Angkatan Darat dan kepolisian Nepal dikerahkan untuk menggali pintu masuk terowongan. Operasi berlangsung sejak malam sebelumnya dan dilanjutkan pada Sabtu.
"Upaya untuk membuka pintu masuk terowongan telah diintensifkan sejak Sabtu pagi," kata kantor Perdana Menteri Nepal.
Dua orang sebelumnya berhasil diselamatkan dari dalam terowongan. Namun, pemerintah Nepal belum dapat memastikan berapa banyak orang yang masih terjebak di lokasi tersebut.
Cuaca buruk menjadi salah satu kendala dalam operasi penyelamatan, termasuk upaya menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah terdampak.
Nepal Hadapi Kerugian Miliaran Dolar
Banjir bandang menghancurkan permukiman, jembatan dan akses jalan di sejumlah wilayah Nepal. Beberapa komunitas yang terdampak sulit dijangkau karena infrastruktur penghubung terputus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!