Festival Kopi Dieng Jadi Etalase Baru, Potensi Kopi Banjarnegara Makin Terangkat
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 00:30 WIB | Oleh: Tim PenulisBANJARNEGARA – Kopi daerah punya cerita dan karakter rasa yang bisa jadi modal besar untuk naik kelas. Bukan cuma dijual sebagai biji atau bubuk, kopi khas daerah bisa dikembangkan lewat pengolahan, kemasan, branding, hingga produk turunan agar nilai tambahnya lebih banyak dinikmati masyarakat setempat.
Kalau kualitas dijaga dan promosinya makin kreatif, kopi lokal bukan cuma enak diminum, tapi juga bisa jadi “duta” daerah dan sumber penggerak ekonomi baru. Apalagi kekhasan asal daerah kini semakin punya nilai jual di pasar nasional maupun global.
Pergelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026 pada 28-30 Agustus menghadirkan Festival Kopi Dieng untuk mengangkat potensi kopi Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada wisatawan dan pengunjung.
Ditemui di lokasi kegiatan, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (28/8), Ketua Festival Kopi Dieng Alif Zein Fahmi mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara dengan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Banjarnegara.
“Kegiatan ini untuk merangkul seluruh elemen kopi dari sektor hulu hingga hilir,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, Festival Kopi Dieng tahun ini mengusung tema "The Dieng Origin Mountain Coffee" untuk menegaskan potensi kopi Banjarnegara dari sisi rasa maupun kualitas produk.
Konsep kegiatan dikemas melalui "Dieng Coffee Showcase" yang menghadirkan kopi Robusta, Liberika, dan Arabika dari berbagai wilayah Banjarnegara.
“Showcase tersebut dibagi menjadi Green Bean Station, Roastery Station, Public Cupping, dan Brewing Station,” katanya.
Selain kopi, kata dia, festival menghadirkan Spice Station yang menampilkan produk rempah Banjarnegara serta kuliner ekonomi kreatif, termasuk kopi susu Dawet Ayu yang memadukan kopi dengan cita rasa lokal.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga mendapat dukungan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan menghadirkan produk kopi dari 14 MPIG di Indonesia yang berasal dari Sumatra, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur hingga Papua.
"Jadi kami saling bertukar informasi dan bertukar cita rasa kopi," katanya.
Menurut dia, terdapat 35 peserta dari Banjarnegara yang mengirimkan produk kopi, berasal dari sejumlah wilayah mulai Kecamatan Susukan hingga Batur.
Selain itu, kegiatan tersebut turut melibatkan PNM, Bank Indonesia, dan pelaku UMKM binaan.
Alif mengharapkan Festival Kopi Dieng dapat meningkatkan transaksi sekaligus memperluas promosi kopi Banjarnegara selama penyelenggaraan DCF 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!