BPBD Bali Meningkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Luasan Dampak Kemarau
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 23:25 WIB | Oleh: Tim PenulisTidak hanya kawasan hutan dan lahan warga, Gede Teja menyebut potensi kebakaran di tempat pengolahan sampah juga menjadi fokus.
Pemantauan intensif dilakukan di beberapa titik vital, seperti TPST 3R Culik di Kecamatan Abang Karangasem yang sempat terdampak sekitar 10 are, TPST 3R Tejakula di Buleleng, serta TPA Suwung di Jalan Bypass Ngurah Rai yang terdampak sekitar 2 are.
Atas dampak-dampak ini, BPBD Bali menegaskan fenomena iklim ekstrem membutuhkan peningkatan kapasitas penanganan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Upaya kesiapsiagaan dinilainya tidak boleh hanya mengandalkan pergerakan distribusi air saat bencana sedang berlangsung.
"Bukan hanya dari sisi armada distribusi air, tetapi juga ketersediaan sumber air, infrastruktur penyimpanan air, jaringan distribusi, sistem pemantauan, serta koordinasi antarinstansi," ujarnya.
Ia menyadari ke depan penanganan kekeringan di Pulau Dewata harus diubah ke arah pendekatan yang lebih kuat berbasis ketahanan dan mitigasi risiko jangka panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!