Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gandeng BI! Kemenperin Kebut 250 UMKM Hijau Biar Bisa Tembus Pasar Ekspor

📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 21:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Gandeng BI! Kemenperin Kebut 250 UMKM Hijau Biar Bisa Tembus Pasar Ekspor Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penerapan industri hijau telah menjadi kebutuhan strategis bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika industri global yang semakin menuntut aspek keberlanjutan

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat transformasi sektor industri nasional menuju sistem produksi yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) melalui Program UMKM Hijau guna mempercepat penerapan praktik produksi ramah lingkungan, mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, sekaligus meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penerapan industri hijau telah menjadi kebutuhan strategis bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika industri global yang semakin menuntut aspek keberlanjutan.

“Industri hijau bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan agar industri nasional mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, menghasilkan produk yang berdaya saing, serta berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan. Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi implementasi industri hijau dan siap berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkannya,” ujar Menperin di Jakarta, Sabtu (29/8).

Menurut Agus, kolaborasi antara Kementerian Perindustrian dan Bank Indonesia menjadi contoh sinergi antar lembaga yang mampu mempercepat transformasi industri nasional, khususnya bagi pelaku UMKM. Program UMKM Hijau yang dikembangkan Bank Indonesia memiliki keselarasan dengan kebijakan Industri Hijau yang selama ini dijalankan Kemenperin sehingga dapat memperluas penerapan praktik produksi berkelanjutan hingga ke daerah.

Lebih lanjut, Menperin menyampaikan bahwa transformasi menuju industri hijau tidak hanya memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi proses produksi, memperkuat nilai tambah produk, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Sejalan dengan arahan Menperin, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari, menjelaskan bahwa implementasi industri hijau di Indonesia telah memiliki landasan yang kuat melalui Standar Industri Hijau (SIH) yang disusun untuk berbagai sektor industri.

“Standar Industri Hijau disusun sebagai pedoman implementasi industri hijau yang terukur dan dapat diterapkan oleh pelaku industri sesuai karakteristik masing-masing sektor. Dengan adanya standar tersebut, pembinaan yang dilakukan oleh balai dan balai besar BSKJI di seluruh Indonesia menjadi lebih terarah sehingga transformasi menuju industri hijau dapat berlangsung secara sistematis dan terukur,” jelas Emmy.

Salah satu unit kerja Kemenperin yang aktif melakukan pembinaan kepada pelaku industri dan UMKM adalah Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB). Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, BBSPJIKB melaksanakan berbagai program pendampingan untuk memperkuat kapasitas UMKM dalam menerapkan prinsip-prinsip industri hijau.

Kepala BBSPJIKB, Zya Labiba mengungkapkan bahwa kolaborasi Program UMKM Hijau telah dilaksanakan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Papua Barat. Dalam waktu dekat, program tersebut juga akan diperluas ke Purwokerto dan Nusa Tenggara Timur.

“Hingga saat ini kolaborasi tersebut telah menjangkau lebih dari 250 UMKM. Seluruh kegiatan pendampingan mengacu pada prinsip-prinsip dalam Standar Industri Hijau. Pada sektor wastra seperti batik dan tenun, misalnya, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai praktik ramah lingkungan melalui daur ulang malam, penggunaan kembali larutan pewarna untuk mengurangi limbah, pemanfaatan pewarna alami, hingga pengolahan limbah produksi menjadi produk bernilai tambah seperti aksesori dan dekorasi rumah,” ujar Zya.

Selain sektor wastra, lanjutnya, konsep produksi ramah lingkungan juga diterapkan pada pelatihan kerajinan anyaman berbahan serat alam maupun produk kerajinan berbasis limbah plastik, kertas, dan berbagai material lainnya.

Pada acara penutupan Pelatihan UMKM Wastra dan Kriya Hijau yang berlangsung di BBSPJIKB Yogyakarta, pekan lalu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Arif Rahadian, menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi yang terjalin antara Bank Indonesia dan Kemenperin dalam meningkatkan kapasitas UMKM nasional.

“Dengan program ini, kami berharap para pelaku UMKM binaan Bank Indonesia tidak hanya memperoleh peningkatan keterampilan teknis dalam memproduksi wastra dan kriya yang berkualitas, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai manajemen usaha serta pengembangan produk yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Melalui sinergi yang terus diperkuat antara Kemenperin dan BI, pemerintah berharap semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu bertransformasi menuju industri hijau, menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing nasional. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan industri yang inklusif, berkelanjutan, dan mendukung pencapaian target ekonomi hijau Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Daerah
Pemkot Bandung Dorong Inves...
Daerah
Menbud Usulkan Bekas Gedung...
Daerah
Pemkot Bandung: Program Pad...

Pemkot Bandung: Harga Pangan Relatif Aman

6 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung: Harga Panga...
Daerah
Wali Kota: 143 Ribu Warga B...
Advertisement
Ada Hadiah Rp5 Juta! Gubernur Kalteng Ajak Warga Laporkan Pelaku Karhutla di Kotim.

Ada Hadiah Rp5 Juta! Gubernur Kalteng Ajak Warga Laporkan Pelaku Karhutla di Kotim.

29 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.