Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembentukan Tim Khusus untuk Mengatasi Anak Tidak Sekolah oleh Pemkab Bangkalan

31 Sabtu, 29 Agu 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembentukan Tim Khusus untuk Mengatasi Anak Tidak Sekolah oleh Pemkab Bangkalan Pembentukan Tim Khusus untuk Mengatasi Anak Tidak Sekolah oleh Pemkab Bangkalan Doc: Antara
Ket. Dokumen rapat koordinasi pembahasan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Bangkalan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur membentuk tim khusus guna mengatasi masalah anak tidak sekolah di wilayah itu.

"Berdasarkan hasil pendataan sementara yang kami lakukan, di Bangkalan ini ada sekitar 27 ribu anak yang tidak sekolah," kata Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan Muhaimin di Bangkalan, Sabtu.

Ia menjelaskan, tim khusus yang dibentuk untuk mengatasi anak tidak sekolah itu, dari berbagai organisasi perangkat (OPD) di lingkungan Pemkab Bangkalan. Antara lain dari Dinas Sosial, Dinas Pemerintahan Desa dan Dinas Pemuda dan Olahraga, serta perwakilan dari sejumlah organisasi sosial keagamaan di Kabupaten Bangkalan.

Menurut Muhaimin, persoalan itu tidak bisa dibebankan kepada satu institusi. Penanganannya membutuhkan keterlibatan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, Kementerian Agama, hingga lembaga pendidikan nonformal.

Selain itu, istilah anak tidak sekolah atau ATS, memiliki cakupan lebih luas daripada sekadar anak yang putus sekolah.

Setidaknya, sambung dia, terdapat tiga kategori terkait ATS, yakni anak yang putus sekolah, anak yang telah lulus dari satu jenjang pendidikan tetapi tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya, serta anak yang merasa pendidikan yang ditempuhnya sudah cukup sehingga memilih tidak melanjutkan sekolah.

"Karena cakupannya yang luas ini, maka pola penanganan terkait ATS ini juga membutuhkan pola terpadu dan membutuhkan dukungan semua pihak. Karena itu, tim khusus yang kami bentuk melibatkan semua elemen yang ada di Bangkalan ini," katanya.

Menurut Kabid Pembinaan SMP Disdik Bangkalan Muhaimin, dengan jumlah sebanyak 27 ribu anak yang tidak sekolah itu, Kabupaten Bangkalan tercatat sebagai kabupaten tertinggi di Jawa Timur sebagai kabupaten dengan jumlah anak putus sekolah terbanyak.

"Dari 18 kecamatan yang ada di Bangkalan, Kecamatan Galis dan Kecamatan Kokop terdata sebagai kecamatan dengan jumlah ATS terbanyak, yakni mencapai 14 ribu anak lebih," katanya.

Untuk menangani persoalan tersebut, Pemkab Bangkalan menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya mendorong lahirnya peraturan bupati mengenai penanganan ATS.

Selanjutnya, Disdik Bangkalan akan melakukan kunjungan dengan melibatkan pemerintah desa untuk mencari solusi agar ATS dapat kembali mengakses pendidikan.

Penguatan pendampingan terhadap guru di berbagai jenjang, mulai PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA, juga menjadi bagian dari strategi tersebut

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Main di Kandang, Arema FC Digulung Bali United

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Main di Kandang, Arema FC D...

Subuh Keliling untuk Mencari Masukan Warga

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Subuh Keliling untuk Mencar...
Daerah
Rapat Anggota Tahunan Sebua...
Olahraga
Dewi Fortuna Masih Mendampi...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.