Candi Muara Takus, Jejak Kehidupan Sriwijaya di Tepi Sungai Kampar
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 07:14 WIB | Oleh: Haryo BronoKunjungan ke Candi Muara Takus memadukan pengalaman sejarah, arkeologi, budaya, dan lanskap alam. Aliran Sungai Kampar Kanan, suasana pedesaan, serta lanskap hijau memberikan kesegaran yang berbeda dari destinasi perkotaan, sekaligus menyajikan berbagai sudut fotografi yang menarik bagi wisatawan.
Namun, nilai utama Candi Muara Takus tetap terletak pada narasi sejarahnya. Situs ini menjadi bukti nyata perjalanan panjang agama Buddha di Sumatra yang terhubung dengan jaringan peradaban Asia Tenggara masa lalu.
Jejak Peradaban Lama
Candi Muara Takus memperlihatkan sisi lain Riau yang tidak hanya lekat dengan budaya Melayu, tetapi juga menyimpan kekayaan peninggalan Buddhisme kuno. Keberadaan Stupa Mahligai, Candi Tua, Candi Bungsu, dan Palangka membentuk satu kesatuan kawasan bersejarah yang utuh.
Bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Nusantara secara mendalam, Candi Muara Takus merupakan destinasi yang sangat layak dikunjungi. Candi Muara Takus bukan sekadar bangunan kuno, melainkan jejak peradaban yang menghubungkan sejarah Riau dengan perjalanan panjang Buddhisme di Sumatra, sebuah warisan bernilai tinggi yang masih menyimpan banyak cerita untuk ditelusuri. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!