Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imigrasi Berencana Pidanakan WNA Terkait Perburuan Penyu Raja Ampat

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Imigrasi Berencana Pidanakan WNA Terkait Perburuan Penyu Raja Ampat Doc: ANTARA
Ket. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memberikan keterangan kepada wartawan di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026) petang.

BANDUNG BARAT – Direktorat Jenderal Imigrasi membuka peluang membawa penanganan warga negara asing (WNA) berinisial WS yang diduga memburu penyu di perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya, ke ranah pidana dan tidak hanya menjatuhkan sanksi administratif keimigrasian.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (18/9), mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menentukan konstruksi hukum dalam penanganan perkara tersebut.

"Nanti dengan Pak Dirwasdak akan koordinasi ke pihak kepolisian untuk melihat formulasi yang tepat. Tapi pada prinsipnya kita akan lihat, sepertinya harusnya masuk ke ranah pidana," kata Hendarsam.

Menurut dia, penanganan perkara akan mempertimbangkan ketentuan pidana keimigrasian maupun ketentuan mengenai konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Hendarsam mengatakan Imigrasi sebelumnya memasukkan WNA tersebut ke dalam subject of interest sehingga pergerakannya dapat dipantau melalui sistem keimigrasian.

WS kemudian diamankan petugas Imigrasi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (14/9), saat hendak terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

"Orangnya kita masukkan ke subject of interest, kemudian kita pantau pergerakannya melalui aplikasi SPPI kita. Pada saat orang ini ingin terbang keluar dari Makassar, pihak Imigrasi Makassar mengamankan dan dibawa ke Kantor Imigrasi Sorong untuk penyidikan," katanya.

WS selanjutnya dibawa ke Sorong, Papua Barat Daya, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan perburuan satwa dilindungi di perairan Raja Ampat.

Berdasarkan data keimigrasian, WS masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan saat kedatangan atau visa on arrival (VoA) untuk tujuan wisata.

WS diketahui bernama Wei Shang dan memiliki kartu keanggotaan AIDA International, organisasi internasional di bidang selam bebas atau freediving.

Dalam kartu tersebut, WS tercatat sebagai instructor trainer atau instruktur pelatih dengan masa berlaku pada 2025.

Kasus itu mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang penyelam melakukan spearfishing atau penangkapan menggunakan alat penembak ikan dengan objek yang diduga seekor penyu di perairan Raja Ampat.

Kepolisian sebelumnya menyatakan masih menyelidiki dugaan tindak pidana perburuan dan pembunuhan satwa dilindungi tersebut.

Berdasarkan keterangan Polda Papua Barat Daya, peristiwa diduga terjadi di sekitar Kepulauan Pam (Fam), Raja Ampat, pada 8-11 September 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.