Candi Muara Takus, Jejak Kehidupan Sriwijaya di Tepi Sungai Kampar
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 07:14 WIB | Oleh: Haryo BronoStupa Mahligai merupakan struktur yang paling utuh di kompleks Candi Muara Takus. Bangunan ini terdiri atas bagian kaki, badan, dan atap, dengan fondasi persegi panjang berukuran 9,44 x 10,6 meter. Alasnya memiliki 28 sisi yang mengelilingi bangunan dengan pintu masuk di sisi selatan.
Pada bagian alas terdapat ornamen lotus ganda, dihiasi menara silindrik 36 sisi yang menyerupai kelopak bunga pada bagian dasarnya. Penelitian mengindikasikan bahwa Stupa Mahligai dibangun secara bertahap.
Dahulu, empat sudut fondasinya dihiasi arca singa duduk dari batu andesit, sedangkan puncak menaranya diduga pernah dihiasi batu berornamen daun oval dan relief.
Candi Tua
Candi Tua atau Candi Sulung merupakan bangunan terbesar di kompleks ini dengan fondasi berukuran 31,65 x 20,20 meter. Bagian kakinya terdiri atas dua tingkat dan memiliki tangga masuk berdekorasi arca singa di sisi barat dan timur.
Berbeda dari candi pada umumnya, bagian dalam Candi Sulung tidak memiliki ruang kosong. Struktur utamanya tersusun dari bata, sedangkan batu pasir digunakan pada sudut bangunan, pilaster, dan pembatas. Dinding lama yang tertutup oleh dinding baru menunjukkan bahwa Candi Tua setidaknya mengalami dua tahap pembangunan.
Candi Bungsu dan Temuan Artefak
Candi Bungsu terletak di sebelah barat Stupa Mahligai dengan ukuran 13,20 x 16,20 meter. Bagian atasnya berbentuk segi empat, dilengkapi stupa-stupa kecil dan tangga batu putih di sisi timur, serta fondasi 20 sisi berhiaskan relief teratai.
Candi ini memiliki catatan arkeologis berharga. Penelitian Yzerman menemukan lubang di pinggir padmasana stupa berisi tanah, abu, serta potongan emas bergoreskan gambar tricula dan huruf Nagari. Penggunaan batu pasir di sisi utara dan bata di sisi selatan mengindikasikan bahwa Candi Bungsu juga dibangun melalui beberapa tahapan.
Bangunan Kecil yang Diduga sebagai Altar
Di sisi timur Stupa Mahligai terdapat bangunan Palangka yang berukuran lebih kecil, yaitu 5,10 x 5,7 meter dengan tinggi sekitar dua meter. Struktur berbahan bata dengan pintu masuk menghadap ke utara ini diduga kuat berfungsi sebagai altar dalam ritual keagamaan masa lampau.
Selain bangunan utama, di kawasan situs juga ditemukan gundukan yang diperkirakan sebagai lokasi pembakaran tulang manusia, serta sisa-sisa struktur bata di luar kawasan utama yang fungsi aslinya masih diteliti.
Wisata Sejarah di Tengah Alam Kampar
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!