Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa UI Kembangkan Solusi Teknologi untuk Menjawab Tantangan Industri melalui Hackathon 2026

📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 13:39 WIB | Oleh:
Mahasiswa UI Kembangkan Solusi Teknologi untuk Menjawab Tantangan Industri melalui Hackathon 2026 Doc: Universitas Indonesia
Ket. Kompetisi Hackathon UI 2026 yang berlangsung pada 17–18 September 2026 di Ballroom Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta. Ajang ini mempertemukan 30 tim mahasiswa dan lima mitra industri untuk mengembangkan solusi teknologi di bidang keamanan digital dan rantai pasok.

JAKARTA — Universitas Indonesia (UI) mempertemukan mahasiswa dan pelaku industri melalui Hackathon UI 2026 yang berlangsung pada 17–18 September 2026 di Ballroom Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta.

Mengusung tema “Securing the Digital Frontier & Automating the Future Supply Chain”, ajang tersebut mendorong mahasiswa mengembangkan solusi teknologi berdasarkan persoalan yang dihadapi dunia industri.

Sebanyak 30 tim mahasiswa UI mengikuti kompetisi tersebut. Berbeda dari ajang yang hanya berfokus pada pengembangan gagasan, Hackathon UI 2026 mengarahkan peserta untuk menghasilkan inovasi yang berpotensi diterapkan dalam ekosistem industri.

Selama kompetisi, peserta menjalani sejumlah tahapan, mulai dari memahami tantangan yang diberikan mitra industri, mengembangkan prototipe atau minimum viable product (MVP), hingga mempresentasikan solusi di hadapan dewan juri.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kemahasiswaan, dan Alumni UI, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., Psikolog, mengatakan tema Hackathon UI 2026 dipilih untuk merespons perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (AI), yang semakin banyak digunakan dalam berbagai aktivitas.

Menurut Hamdi, perkembangan AI tidak dapat dipisahkan dari persoalan keamanan data. Teknologi tersebut mampu mengolah data dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat, sehingga aspek perlindungan data menjadi semakin penting.

“Tema ini dipilih karena perkembangan teknologi, termasuk munculnya AI (kecerdasan artifisial), sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Perkembangan teknologi AI tidak dapat dipisahkan dari keamanan data yang sangat penting,” ujar Hamdi saat ditemui di sela-sela Hackathon UI 2026 di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Selain keamanan digital, kegiatan tersebut menyoroti otomasi rantai pasok yang dinilai semakin berpengaruh terhadap berbagai sektor usaha. Hamdi mengatakan Indonesia perlu mengikuti perkembangan otomasi agar dunia usaha dan industri nasional tetap mampu bersaing di tengah perubahan teknologi.

“Otomasi tidak dapat lagi dicegah, dan seluruh ekonomi kita seharusnya berbasis pada perkembangan tersebut. Jangan sampai kita tertinggal karena produk kita pasti kalah dan tidak kompetitif ketika negara lain sudah menggunakan otomasi, sementara kita masih mengandalkan cara manual,” jelasnya.

Industri Terlibat dalam Penentuan Tantangan

Keterlibatan industri menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan Hackathon UI 2026. Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) UI, Chairul Hudaya, mengatakan kompetisi tahun ini dirancang agar solusi yang dihasilkan mahasiswa memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia usaha.

“Keterlibatan industri dalam Hackathon UI 2026 kami dorong untuk memastikan kompetisi ini menghasilkan real impact. Dari 30 tim yang mengikuti kompetisi, kami berharap akan muncul solusi yang benar-benar dapat menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi oleh mitra industri,” kata Chairul.

Hackathon UI 2026 melibatkan lima mitra industri, yakni PT IDSurvey, PT Sucofindo, PT Paragon Technology and Innovation, BNI Ventures, dan PT Aplikanusa Lintasarta.

Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami persoalan yang dihadapi perusahaan secara langsung. Peserta kemudian ditantang mengolah persoalan tersebut menjadi gagasan, prototipe, dan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.